14a

728 Kata

Zavier terbangun. Celananya basah. Ya ampun, apa-apan ini? Mimpi basah? Zavier langsung mengumpat. Dipejamkannya mata untuk menangkan diri sembari menarik napas dalam-dalam. Perlahan, ingatannya kembali memutar kejadian semalam. Saat dirinya hampir saja lupa diri dan mencium Zia. Mungkin jika Zavier tidak menahan diri saat itu, mimpi tadi tentu sudah menjadi kenyataan. Ia akan terbangun dengan Zia yang berada dalam pelukannya, bergelung berdua di bawah selimut dengan tubuh polos dan perasaan bahagia. Tapi apa memang akan terjadi demikian? Apakah Zia juga akan merasakan hal yang sama? Atau gadis itu malah menangis histeris karena sudah kehilangan kesucian dalam proses tanpa rencana? Zavier membuka mata dan mengembuskan napas pelan. Sepertinya memang ini adalah yang terbaik karena hal itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN