"Apa lo diteror?" Keterkejutan dua curut yang tidak bisa mengontrol mulutnya itu membuat beberapa orang yang lewat melirik ke arah mereka. Bintang mencebik. "Punya mulut diikat aja Sono," kesal sendiri Bintang punya temen nggak bisa diajak kompromi. Keduanya nyengir doang. Sekarang Starla tidak berniat menjelaskan dulu. Dia butuh duduk dan air putih untuk ditenggak. "Gue aus, mau turun duluan." Hendak jalan, Bintang menyusul dan menarik pelan jari tangan Starla. "Bareng sama kita," kata Bintang mengkode ketiga temannya yang langsung jalan mengikuti mereka turun ke bawah. Dikawal empat cowok yang menunggu di luar supermarket, Starla memilih beberapa camilan ringan dan minuman untuk dibawa ke markas. Ia memesan pop mie satu cup untuk dirinya sendiri yang diseduh di sana. Sambil memba

