"Starla!" "Aduh, maaf. Maaf ... Karel?" Berlarian menghindari Anya sambil tertawa puas, membuat Starla menabrak Karel. "Jangan lari-lari gini nanti kalau Lo jatuh gimana?" Karel penuh perhatian memegang dua bahu Starla. Starla sendiri malah melihat ke belakang. Anya semakin mendekat ke arahnya. Buru-buru dia beralih ke belakang punggung Karel untuk bersembunyi. "Tolongin gue Rel. Anya sensi banget." Anya sudah berhenti di depan mereka berdua. "Starla ngapain lo di belakang dia?" "Ngumpet dari lo lah!" Starla tidak mau enyah dari sana. Karel tertawa. Anya juga ikutan. "Dasar bocil." "Udahan yuk La, capek gue lari-larian. Kita duduk dulu," kata Anya ngos-ngosan mengatur napasnya. Starla muncul dari balik punggung Karel. "Ini bukan trik lo kan?" Takut-takut Starla belum mendekat k

