Abi sudah balik dari rumah sakit. Satu hari berada di rumah sakit membuatnya ketinggalan beberapa kelas. Dering telepon membuyarkan kegiatannya yang sedang mencatat sesuatu. "La, gue keluar dulu ya. Ada telepon," kata Abi. "Oh iya." Starla mengangguk. Abi jalan keluar dari perpustakaan. Berdiri di depan gedung tersebut. "Halo?" "Bagaimana keputusan kamu? Saya sudah kirim alamat lengkapnya. Malam Minggu nanti kamu harus bersiap-siap. Sudah saya kirim uang juga di rekening." "Bu, tolong sekali ini aja bisa nggak Abi nggak patuh sama Ibu?" "Saya nggak mau tahu, kamu harus datang tepat waktu. Maksimal jam delapan malam. Tidak ada penolakan!" Tut ... Tut ... Tut! Sambungan dimatikan sepihak. Abi meremas kuat ponselnya. Lalu, dia mencoba tenang dan kembali memasang wajah seperti biasa

