Sebelum pesta

2005 Kata

Dengan santainya Starla jalan menuju gedung rektor. Mengabaikan tatapan orang-orang dengan wajah datarnya. Berhenti di depan pintu kaca, Starla mengambil beberapa oksigen di sekitar. Sebenarnya dia cemas, panik. Terlihat di dalam sana, sudah ada seseorang lainnya ketika Starla membuka pintu dengan percaya diri dan menyimpan rasa cemasnya. Rektor yang duduk di kursi depan meja kerjanya langsung mengalihkan perhatian ketika Starla datang. Begitu juga dengan makhluk lainnya yang ada di sana. Mendekat, salam sopan dengan membungkukkan badannya. Tersenyum singkat. Setelah itu berdiri tak jauh dari satu orang lainnya. "Kamu yang namanya Starla?" Rektor membuka suara. Starla ngangguk. "Benar, Pak! Dia yang mulai duluan buat onar. Merusak jam makan kita semua. Emang nggak tahu malu, dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN