"Lo ngelindur. Senyum sendiri, manyun sendiri. Terus tadi nyebut-nyebut benda di langit." "Lo siapa sih, kepo banget!" Starla terusik. Dia membenarkan buku bacaannya, lalu membawanya berdiri. "Eh mau ke mana?" Mengejar Starla yang mengacuhkan dirinya. Dia nggak tahu, Starla lagi nahan tangis. Emosinya sedang tidak baik-baik saja. Rasanya ada yang ingin meledak di dalam dadanya. Maka dari itu Starla mengabaikan orang yang pernah dia temui itu. Starla terus jalan cepat. Sampai masuk ke gedung asrama kamarnya. "Gila, kecil-kecil jalannya cepet amat." Pasrah, dia berbalik kembali ingin menemui teman-temannya. Starla sudah tiba di dalam kamar kos. Ternyata dua temannya ada di dalam kamar. Starla baru ingat, dia sempat berpamitan dengan Anya dan Kasih untuk membaca buku dan menyelesaikan

