Karina sama sekali tak menyangka ternyata Aldric membawanya pulang ke kediamannya. Berbeda dengan saat terakhir kali Karina berkunjung, rumah Aldric nampak lebih sepi dan gelap dari biasanya. Terlihat kosong, nyaris seperti bangunan tak berpenghuni. “Kenapa kamu tak menjawab pertanyaanku tadi, Aldric? Dan lagi, kenapa kamu malah mengajakku ke rumahmu?” tanya Karina yang raut wajahnya terlihat sedikit kesal. Aldric menghela napas sejenak. “Maaf, aku tak bisa menjawab pertanyaanmu tadi, Karina. Karena aku tahu, jika aku mengaku kalau aku mau mengajakmu berkunjung ke rumahku, kamu pasti akan menolaknya,” ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan. “Tapi tidak perlu seperti ini juga, Aldric ..,” ucap Karina yang masih merasa sedikit kesal. Karina terdiam sejenak sebelum kembali bertanya, “Ap

