Aswa menghela napasnya berat. Sekali lirik saja Kamga langsung tahu bahwa pria itu sedang menahan kejengkelannya. Iyalah. Gimana enggak sebal? Tadi, Aswa telah melarangnya. Selain karena memang Kamga keburu ada janji untuk bertemu Gerhana sesuai titahan Sana, pria itu juga udah terlebih dahulu menyampaikan ingin mendiskusikan kelanjutan masalah mengenai suplai pink diamond yang digadang-gadang bakalan Sana selesaikan. Sesuatu yang menurut Aswa tidak perlu. Sebab, ya memang bisa-bisa saja selesai, mungkin juga dalam tempo waktu yang singkat malah. Hanya, jika Sana udah mulai ikut-ikutan sok mencemplungkan diri ke tengah-tengah project yang mereka urusi, biasanya cewek itu akan makin menjadi untuk mendiskreditkan Kamga. Dan, bila sudah begitu maka Kamga akan makin larut saja jatuh ke kuban

