Masih segar dalam ingatan Kamga saat Annelise, manusia yang seolah terlahir tanpa kelenjar lakrimal itu tiba-tiba menangis bak dia baru mendengar ramalan suku Maya bahwa Desember nanti bakal kiamat, sementara dia masih ingin makan takoyaki corner sambil keliling dunia. Huh! Pokoknya, mendengar raungan serta tarikan napasnya yang terengah akibat terlalu derasnya air mata yang ia perah, Kamga merasa ... sesak augh, bahkan lebih dari itu. Dia merasa rongga dadanya menyempit sehingga jantungnya meremas dengan kepayahan. Entahlah, Kamga mendadak merasa kendati dia memiliki banyak uang, tapi layaknya tak mungkin mampu menghentikan kiamat melalui hartanya, dia juga kesulitan guna meringankan beban duka Annelise. Dia ... bahkan tak mengerti harus melakukan apa? Perlukah ia rengkuh tubuhnya yan

