Elea menidurkan Evan dengan hati-hati di ranjang. Bayi itu baru saja tidur setelah menangis karena tubuhnya demam. Evan tiba-tiba saja sakit sepulang dari rumah mertua Elea. Untuk sesaat, Elea memilih diam sambil memandang wajah Evan yang damai, sesekali mengusap kepala putranya dengan lembut. "Evan harus kuat, harus sabar, papa pasti bersama lagi dengan kita," bisik Elea lalu mengecup pipi Evan. Beberapa saat kemudian, Elea keluar dari kamar dan bergabung dengan Ami yang sedang menonton tv. "Gimana Evan?" "Udah tidur tapi demamnya belum turun." Ami tersenyum kecil. "Evan pasti kangen banget sama Genta. Dia belum paham apa-apa tapi tau kalo papanya nggak ada di samping dia." Elea menghela napas. Untuk sesaat, Elea memilih diam dan memikirkan Genta. Elea memutar semua kenangannya den

