ADAM POV *** Ya, karena dia mendadak muntah darah saat ingin mengayunkan gelasnya ke kepalaku. Langkahnya mulai terhuyung-huyung. Dia masih berusaha meraihku. Tapi sepertinya efek racunnya sudah mulai menyebar. "Kau tahu tidak, semalam aku meniduri pacarmu," kataku tepat di telinganya sembari terus menghindari jangkauan tangannya, lalu kutendang dia masuk ke dalam kolam. "Sampai jumpa, Pecundang, siapa tersenyum sekarang?" Kataku tersenyum. Saat kudengar suara pintu terbuka, aku segera berlari menjauh, kulihat Sera sangat histeris melihat Fabian terjebur di kolam dengan darah yang mulai menyebar. Kalau dia cepat mungkin bisa diselamatkan, tapi dia hanya berteriak-teriak minta tolong. Terkadang orang yang terlalu pintar itu mudah sekali dibodohi. Aku tidak menyangka kalau membunuhnya

