Bab 25 Simpang Jalan

2078 Kata

Rizal menoleh. Ditatap kakaknya datar, “Aku tidak berminat, Kak.” “Kenapa?” semangat itu mulai mengendur, dia takut jika adiknya seperti apa yang kakaknya bilang. Rizal mengangkat bahu lalu berbalik pergi. Meninggalkan kakaknya yang berdiri bingung. Pria itu malah mengambil kotak kardus lain lalu membawanya ke dalam sebuah ruangan. Nissa mengedipkan matanya berulang kali lalu berlari mengejar adiknya sebelum pria itu menutup pintu tepat di hidungnya, “Zal!” dia setengah berteriak mengikuti adiknya tadi. “Ya?” Rizal menyahut ogah-ogahan. “Kamu mau yang bagaimana? Nanti kakak carikan.” Nissa tidak goyah. Dia ingin adiknya menikah. Usia 30 tahun menurutnya sangat cocok. “Kak,” ditatap kakaknya itu, “untuk saat ini, aku tidak ingin menikah.” Nissa menatap adiknya putus asa. “Itu kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN