KUBUAT KAMU MISKIN, MAS BAG 23. ** Aku merasa hampa sambil memandangi kota lewat balkon hotel. Teringat ucapan Mas Alif sebelum aku pergi tanpa dirinya. "Sand, kamu akan setia pada ku, 'kan?" "Untuk apa berkata seperti itu. Aku selama ini jujur, tetapi kamu tidak jujur pada ku!" "Aku tidak jujur bagaimana, Sand? Aku selama ini selalu jujur sama kamu," kata Mas Alif lembut. "Kamu gak perlu membohongiku lagi. Aku muak sama kamu!" ujarku pada Mas Alif. "Kenapa kamu tiba-tiba marah seperti ini, Sand. Apa salah aku?" Dia masih berusaha meminta penjelasan. "Kamu tanya diri kamu, Mas. Apa salah kamu. Asal kamu tahu perselingkuhan tak ada tempat. Apalagi kalau berzina, dalam agama hukumannya rajam!" ujarku berlalu, wajah Mas Alif gusar. Dia mencoba mengejarku. "Apa maksudmu? Kamu n

