KUBUAT KAMU MISKIN MAS 49. ** Tubuh Sandrina menegang saat ia mendapatkan pelukan oleh Damar. Hatinya memang gelisah karena Alif muncul lagi di hadapannya. Tanpa motivasi yang jelas. "Iya, kita akan hadapi ini bersama-sama." Sandrina mengurai pelukan mereka lalu masuk ke ruangannya dan duduk di sana. "Kau pasti sangat lelah, Dik. Lebih baik kamu istirahat saja sebentar. Pekerjaan juga sedang longgar. Tidak ada lagi yang di kerjakan hanya perlu meninjau laporan. Aku akan mengantarmu ke rumah." "Aku sebaiknya jangan ke rumah. Aku ingin pergi ke butik saja. Kamu bisa mengantarkan aku." Damar mengulas senyumnya. Dia menatap Sandrina dengan lembut. "Tentu saja." Sandrina dan Damar beranjak dari kantor. Mereka pergi ke Butik. Begitu sampai di sana Sandrina masih terlihat gundah.

