Fifty

1551 Kata

Geo berdiri di ambang pintu yang menghubungkan ke halaman samping rumah neneknya. Dia melihat pemandangan paling indah yang mungkin tidak akan bisa sering-sering dirinya lihat. Sosok wanita yang dia predikati sebagai pacar, tengah duduk di atas tikar kecil bersama dengan sang nenek. Galuh yang beberapa saat lalu baru saja berkenalan dengan neneknya, tampak sudah akrab saat menunjukkan sesuatu kepada neneknya lewat ponsel yang dipegang oleh Galuh. Bibir Geo tertarik mengulas senyum. Di tangannya ada dua gelas jus jeruk dan satu es teh manis, pesanan Galuh. Dia berjalan mendekat dan meletakkan nampan yang dirinya bawa ke atas meja kopi bundar yang ada di dekat sana. "Seru banget kayaknya!" Komentarnya kemudian. Dua wanita dari dua generasi itu mendongak padanya. Galuh kemudian menunj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN