Geo tidak pernah merasa sesenang ini dalam hidupnya. Walaupun tadi dirinya memang sempat terkejut, tetapi keberadaan Galuh di pagi harinya, tepat setelah Geo membuka mata, merupakan kebahagiaan yang tidak bisa Geo lukiskan. Padahal sebelumnya, dia pikir perasaannya pada Galuh tidak seberapa. Dia hanya sedikit tertarik pada gadis yang dengan berani dan percaya diri mengutarakan perasaan padanya. Tapi kemudian begitu dia keluar dari kamar mandi, tak berselang lama setelah alat bantu dengar kembali terpasang di telinganya, dia mendengar suara Galuh yang sedang memaki seseorang. Jantung Geo berdegup kencang, dia berharap bahwa ini tidak seperti yang dia pikirkan. Sayangnya, dengan jelas dia mengenali ponsel siapa yang ada di tangan kekasihnya itu. "Mas.. itu tadi..Teleponnya bunyi dan aku pe

