Wajah terkejut itu, sedikit menyenangkan untuk dilihat. Galuh tebak, bahwa di kepala Geo tengah berjejalan banyak pertanyaan atas apa yang baru saja Galuh katakan. "Kenapa...kamu marah?" Salah satunya, adalah pertanyaan yang baru saja disuarakan oleh pria itu. "Saya bisa bayangin, apa saja yang Mas alami dulu. Semuanya pasti bukan perbuatan yang menyenangkan sampai Mas memutuskan pindah sekolah. Karena itu, saya enggak akan bisa terima mendengar Mas diperlakukan seperti itu. sedangkan kejadian ini sudah lama berlalu dan saya enggak bisa membalaskan perbuatan mereka sekarang." Kepala pria itu menunduk, wajahnya tampak kacau, lebih kacau daripada yang tadi. "Kenapa kamu mau membalas perbuatan mereka? Kenapa kamu enggak terima dengan apa yang sudah mereka lakukan ke saya? Kenapa kamu--"

