EPILOGE

234 Kata
Suara gelas jatuh membuyarkan konsentrasiku, aku bangkit dari tempatku duduk dan berjalan mendekati sumber suara. Boruto menatap kepingan piring porselen yang ia jatuhkan, sudah dua tahun umurnya sekarang. Boruto tumbuh menjadi seorang bocah aktif dengan tingkahnya yang amat sangat hiperaktif. Hinata terkadang kewalahan dibuatnya. Dengan cepat aku menggendong tubuh Boruto dan mendudukannya di kursi kecil yang diramcang khusus untuknya. Aku membersihkan kepingan porselen yang hancur berkeping-keping itu. Kedua mataku memandang ke seluruh penjuru arah mencari sesosok manusia manis yang selalu setia menemaniku. “Hinata.” Sahutku spontan ketika melihatnya berdiri diambang pintu kamar mandi dengan ekspresi terkejut dan gembira. “Naruto-kun, aku isi lagi.” Katanya membuatku terpaku dan terdiam. Aku menghambur memeluknya “Akan ada lagi Uzumaki kecil lainnya?.” Tanyaku senang. Hinata mengangguk “Iyaaa.” Aku memeluknya bahagia, sekilas aku mencium perut Hinata yang masih kecil. Aku beralih ke Boruto yang menatap kami berdua bingung. “Boruto, kau akan mendapatkan adik.” Kataku dengan wajah sumringah. Ekspresi wajah Boruto berubah ceria, ia semangat mengayunkan kedua tangannya seperti meminta gendong pada Hinata. Hinata memahami dan menggendong Boruto erat. “Hima.. Hima.. Hima…” Cetus Boruto dengan suara cedalnya. Aku dan Hinata tertawa melihat tingkah Boruto yang semangat menyambut kehamilan Hinata yang kedua. Tak lama lagi rumahku akan sangat ramai dengan kehadiran Boruto dan calon anakku yang masih tumbuh didalam kandungan Hinata. ‘Aku mencintai kalian semua. Inilah keluargaku yang sangat sempurna.’ END
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN