“Siapa yang datang? Kenapa dari tadi bel terus saja berbunyi?” Gerutu Carolina lalu menyuruh maid membukakan pintu. “Tuan mengirimkan supir untuk menjemput Anda, Nyonya.” Ucap maid sambil menundukkan wajah. Seketika senyum mengembang. Tumben sekali William mengirimkan supir. Tapi bukankah tadi sebelum berangkat Will sudah berpesan bahwa hari ini banyak kerjaan jadi pulang agak malam. Lalu supir itu? Jangan – jangan orang suruhan Stuard. Tak ingin keselamatannya bersama putri tercinta terancam segera menghubungi William namun William tak juga mengangkat panggilan meskipun sudah berulang kali menelepon. “Angkat donk Will, please.” Kemudian meminta pada maid untuk mengusir supir tersebut pergi. Tak lama kemudian supir suruhan William menghubungi dan memberitahukan bahwa Carolina tak mau

