Tamu Tak Diundang

1843 Kata

Damar sudah berdiri di depan gerbang sekolah Garuda di hadapannya yang masih terbuka lebar. Garis polisi sudah terpasang di sana dengan beberapa orang tua yang mengamuk karena ingin menerobos masuk ke sekolah. Ingin mencari sendiri keberadaan anak mereka yang  dilaporkan hilang. Dean di sebelahnya sudah sibuk menulis pada catatannya dengan mencoba mencerna insiden yang membuatnya hanya bisa geleng-geleng kepala. "Setelah ditelusuri, ini bukan pertama kalinya anak-anak hilang. Ini yang ketiga kalinya, beda yang pertama dan kedua hanya satu dua orang. Beda sama sekarang yang jadi puluhan." Ujar Dean bergidik merasa merinding sendiri. "Bukan hilang, tapi mati." Ralat Damar dengan tatapan lurus menghadap bangunan tiga lantai itu. "Karena kalau hilang masih ada kemungkinan mereka hidup, kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN