Beberapa hari kemudian, Jonael belum berhasil menemui Aleta. Akses ditutup oleh Marvel. Akhirnya dia memfokuskan diri untuk mengawal proses hukum bagi tersangka yang sejak lama meneror keluarganya. Pertama, Jonael bertemu Dicky di sel tahanan. Dicky yang notabenenya adalah buronan mendapat pengawasan ketat. Hanya karena Jonael juga bersikukuh untuk bertemu maka dia memiliki waktu singkat untuk berbicara dengan Dicky. “Kau pasti terkejut, Jo.”, ucap Dicky dengan tertawa lebar. “Aku mengaku bodoh karena sempat percaya padamu. Kau membenciku karena apa? Kau kuanggap sebagai temanku, sialan.”, seru Jonael. “Teman? Hahaa…. Teman yang membiarkan temannya terlantung-lantung? Kau tahu, aku sangat membencimu dan aku bersedia menghancurkanmu karena aku juga mendapat uang dari itu.” “Membenciku?

