PART 46

1671 Kata

Keesokan paginya, terjadi keributan di rumah besar keluarga Adnan. Jonael tidak ada di kamar Aleta ketika wanita itu bangun. Mobilnya juga tak ada di garasi. Semua yakin Jonael melarikan diri tadi malam. Aleta meringis sedih di sandaran sofa ruang tengah. Zia menemani dengan mencoba menenangkannya. Marvel berdiri tak jauh dari mereka, dia sedang menggendong Tristan. “Beri dia waktu, Ale.”, Marvel menginterupsi. “Pasti, Marvel. Tapi aku tetap khawatir, apalagi dengan dia menghindariku seperti ini… aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan…”, keluh Aleta. Satu panggilan datang ke ponsel Aleta. Nama Runadi Sagha tertera jelas di layar. Aleta segera menegakkan tubuh dan mengangkat panggilan itu. “…………………….” Ekspresi Aleta sama sekali tak terbaca. Dia lebih banyak diam daripada menjawab. H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN