Banyak masukan, banyak diskusi, dan waktu berjalan sangat cepat. Presentasi Aleta disambung dengan rapat besar berakhir di jam makan siang. Hasilnya? Tidak perlu diragukan, ide itu diterima oleh jajaran Direksi. Rencana Proyek akan dikembangkan oleh tim Bobby kemudian bisa dijalankan mulai tahun depan. Hal ini membawa kredit tersendiri untuk Aleta sebagai pencetus gagasan. Semua memberi ucapan selamat. Beberapa orang masih tinggal di ruang rapat yang ada di lantai sembilan itu sambil bersuka cita. Beberapa lainnya nampak berbincang. Suasana sudah cair. Aleta mencuri pandang pada Jonael yang tengah berbicara di pojok ruangan bersama Tommy dan Aksa. “Aleta, aku siap membelikanmu makan.”, suara Bobby memutus lamunan Aleta yang sejenak diam memandangi Jonael dari jauh. “Ahh… apa Bob? Makan

