Keluarga Ophelia sudah pulang. Suara pintu yang menutup memberi garis akhir pada kehadiran mereka, tawa singkat, silang ejek, kemudian sunyi yang kembali merebah di villa. Ophelia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, menatap plafon yang tampak biasa namun malam ini terasa berat. Di kepalanya berkecamuk hitungan, panen yang sudah dipetik, stok yang masih aman di gudang, proposal Dominguez yang sudah dikirim, semuanya telah ia atur dengan dingin dan teliti. Ia tahu betul apa yang ia lakukan, pembakaran itu bukan kebodohan, melainkan pusaran strategi untuk memancing Matteo keluar rumah, memberi anaknya waktu yang ia butuhkan. Namun kini ia harus memikirkan cara agar Katerina keluar dari rumah. Ophelia menegakkan tubuhnya, jemari lentik itu bergetar samar ketika menyentuh layar ponsel. Waj

