Hari itu adalah hari pertama Sahbudin bekerja di Harrison Architecture. Ia merasa canggung dan jantungnya terus berdebar dengan lebih cepat daripada biasanya. Ia tidak ingin meninggalkan biro arsitektur milik Handrian Tanujaya. Namun, kekhawatirannya pada kondisi kesehatan adiknya membuatnya terpaksa menerima penawaran dari Fajar untuk bekerja di Harrison Architecture agar mereka bisa mencuri ide rancangan desain arsitektur yang akan digunakan dalam mengikuti sayembara hunian one stop living Djojodiningrat Corp. “Pagi, Pak,” ujar salah seorang karyawan pada Galang yang baru saja tiba di kantornya. “Pagi, Pak Galang,” ujar karyawan lainnya. “Ya, ya, pagi semua,” balas Galang seraya tersenyum, yang langsung masuk ke dalam ruang kerjanya setelah menyapa sekretarisnya. Sahbudin memandang G

