Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sudah sejak subuh tadi Kirana sibuk mempersiapkan sarapan dan pakaian yang akan digunakan oleh suaminya untuk menghadapi presentasi sayembara arsitektur yang diadakan oleh Djojodiningrat Corporation. Setelah selesai menyiapkan segalanya, Kirana menghampiri Galang yang masih tertidur pulas di ranjangnya. Semalam Galang sedikit sulit tidur karena tegang menghadapi presentasinya. “Sayang, ayo bangun,” ujar Kirana dengan lembut sambil membelai kepala pria besar yang masih tertidur nyenyak dengan wajah polosnya. Kelopak mata Galang perlahan terbuka saat merasakan Kirana membelai kepalanya. “Jam berapa?” tanya Galang dengan masih berat hati meninggalkan ranjangnya. “Jam 5. Kamu mandi dulu sana. Aku udah siapin baju sama sarapan kamu.” Galang mengucek matan

