Seketika hidup Missha terasa hampa, Alex telah pergi meninggalkannya selama-lamanya, dan ia sudah tidak memiliki siapa-siapa saat ini, selain kakaknya. Dan ia juga tak mungkin menganggu kakaknya yang sedang terkena morning sickness menggantikan kakak iparnya. Rasanya Missha merasa sangat dingin sekali, ia bahkan tak bisa menangis lagi sekarang, ia terduduk di dekat batu nisan yang baru itu. Ia hanya bisa menumpu kepalanya di atas batu nisan itu dengan tatapan merana. Matanya sudah sembab sekali karena tak berhenti-henti menangis sejak Alex dilarikan kerumah sakit. Bisa-bisanya ia tidak tahu Alex sudah meminum begitu banyak obat penahan rasa sakit selama ini untuk mencegah kesakitan yang menggila di depan Missha. Sungguh, ia sangat merindukan Alex saat ini walaupun Alex belum pergi la

