kemarahan fadil

1183 Kata
Yud kamu lgi ngapain disini, lagi nunggu orang ya, tanyanya kepada Yudi,, iya si, nungguin yang ada di depan aku, jawabnya, sambil mengedipkan matanya,, ihhh,,, apaan si, gombal banget jadi orang, basi tau,, cetus Yuna,, Yuna Uda punya pacar belum, kalu belum gimana kalu kita balikan lagi kaya dulu,,, tawarnya kepada Yuna,, andai saja aku gak di jodohin sama Abah, gumamnya dalam hati,, Yudi pun yang melihat Yuna melamun, melambaikan tanganya ke depan wajah Yuna, hingga gadis itu tersadar,,, ko jadi asik dengan lamunan mu sendiri, bagi bagi dong,, ejek nya kepada Yuna,, emangnya bagi bagi sembako,, ada ada aja kamu tu Yud, lagian kepo banget deh jadi cowo,,. Yuna sengaja mengalihkan pembicaraan nya kepada Yudi, biar tidak di bahas lagi,, kesel kan,, masa mudah ku hancur karna menikah muda,, gak bisa menentu pilihanku sendiri,, nasib punya Abah kiyai,, masih kecil dah di kawinin, terangnya keceplosan,, Yudi, yang mendengar cerocos Yuna pun melongo, beneran kamu sudah nikah yuna, Yuna langsung menutup mulutnya, waduhhh pake keceplosan gini si, ni mulut gak bisa ngerem, los dol kayak gini,, gumamnya pelan,, terpaksa Yuna menganggukkan kepalanya pelan, menunjukan wajah sendu nya,,, kemu gak bahagiakan sama suami kamu Yuna, aku lihat dari wajah mu, kamu menunjukan demikian,, tanyanya,, Yuna hanya diam saja,, sambil mencerna ucapan Yudi,, kamu kabur saja yuna,, kalu emang pernikahan mu, tidak membuatmu bahagia,, usulnya kepada Yuna,, saya siap bawa kamu kemana pun kamu mau,, untuk menjauh dari keluargamu dan juga rumah tanggamu yang tidak kamu ingin kan,, kamu berhak bahagia Yuna, atas pilihanmu sendiri,, ujarnya lagi,, Yuna pun menggeleng, ia gak mau mengecewakan Abah nya,, walau pun pernikahan nya tanpa dasar cinta,, *** di sisi lain,, Fadil yang lagi duduk di teras masjid sambil menghisap rokok,, sambil berbincang sama para ustadz,, mata Fadil melirik kesana kemari mencari keberadaan Yuna, sebab sejak pagi sampai asar belum melihat Yuna,,, kemana tu anak,, bukanya tadi pagi ada di pondok bersama kakak nya,, apa lagi kegiatan di dapur sudah selesai dari tadi, tapi belum melihat keberadaan Yuna,, gumamnya dalam hati,, apa Yuna sudah pulang ke rumah,, gumamnya lagi,,, karna akan ada acara pondok sebentar lagi, semua para ustadz dan ustazah sedang di sibukan acara di pondok,, apa lagi Fadil yang sebagi admin group islamic center,, makanya dari tadi perhatiannya sibuk dengan komputer,, assalam mualaikum Gus,, sapanya umi Fatimah,, Fadil yang sibuk dengan pikirannya sendiri pun langsung menoleh,, waalaikum salam umi,, gegas mematikan puntung rokok,, dan menyalami ibu mertuanya,, lihat Yuna gak Gus, umi dari tadi cari Yuna gak ketemu ketemu, pas terakhir ketemu tadi pagi nyuru Yuna anterin kopi ke aula,, udah itu gak nampak lagi tu anak,, Fadil pun mengingat pas tadi pagi,, setau Fadil yang nganterin kopi ustadzah Fadilah,, mungkin Yuna sudah pulang kerumah umi,, jawab nya,, ohh ya sudah kalau gitu, minta Aminah anterin umi aja deh,, tukasnya,, asalam mualaikum Gus,, waalaikum salam umi,, Fadil pun bergegas pergi untuk kerumah mencari Yuna, apa ada di rumah atau tidak,, *** sesampainya di rumah,, keadaan pintu rumah Masi terkunci,, lalu Fadil pun membuka pintu rumah, berlalu masuk mencari rumah, ia mencari ke setiap ruangan tak nampak keberadaan Yuna,, kemana Yuna, ini sudah mau magrib, kamu belum pulang,, lalu tangan nya merogo saku mengambil benda pipih itu, lalu menekan kontak Yuna namun tak di angkat sama Yuna,, Yuna angkattt,, gumamnya, lalu menghubungi Yuna lagi, namun tak di angkat juga oleh Yuna,, masih berani kamu Yuna,, mungkin ancaman ku hanya di anggap main main,, geramnya,, lalu menghubungi kontak salman, berapa detik diangkat telfon nya,, assalam mualaikum, salam di sebrang telfon, waalaikum salam, bang apa Yuna di rumah Abah, tanyanya,, Yuna gak ada di sini Gus,, saya sejak tadi di ruang tengah nata berkas berkas gak lihat Yuna, nanti saya tanya Bu aam dulu,, iya bang,, beberapa saat, terdengar dari suara Salman,, Gus Yuna gak ada disini,, kenapa Gus ada apa, apa Yuna gak ada di rumah mu,, apa Yuna buat ulah Gus,, tanyanya kepada fadil,, enggak bang,, saya cuma nanya aja, Yuna udah pulang, tuh Yuna nya di depan, kayanya habis beli makanan,, bohongnya, ia tidak mau Yuna di marahin Abang nya atau Abah nya,, ohh tu anak bikin orang kawatir aja, grutu nya,, bang udah dulu ya bang,, trimakasih bang, maaf sudah mengganggu,, ya gak apa apa Gus,, harus bersikap tegas kepada Yuna Gus,, jangan tegas, galak, sangar sama santri aja,, sama Yuna juga harus Gus,, nasehatnya,, iya bang trimakasih,, assalam mualaikum,, waalaikum salam, telpon pun di tutup,, Fadil pergi ke musolah terdekat, melaksanakan solat magrib,, karna bentar lagi waktu solat magrib,, sampai solat Isa, Fadil menunggu Yuna di depan musolah sebrang jalan raya dari rumah nya, perasaanya gusar,, kesel,, hawatir, yang Fadil takut terjadi sesuatu kepada Yuna, mau mencari Yuna kemana,, hp Yuna tidak aktif, tidak bisa di hubungi,, Fadil hanya bisa berdoa, memohon sama sang pencipta untuk melindungi dan menjaga istri kecil nya,,,, *** Yuna yang dapat panggilan masuk dari suami dinginya, memutuskan untuk pulang,, takut di amuk sama suaminya, sejujurnya Yuna ada rasa takut sama Fadil,,, hemm Yud gue pulang duluan ya,, pamit nya sambil mengambil tasnya, menuju kasir, untuk membayar makanya,,, setelah bayar, Yuna bergegas pergi ke luar cafe,, langkah nya terhenti karna Yudi menahan tangan nya,, Yuna gue anter ya, gak baik lo cewek pulang sendiri, lihat hari sudah mulai gelap Yuna,, tawarnya,, ahirnya Yuna menuruti tawaran Yudi,, Yuna yang duduk di samping kemudi,, duduk dengan gelisah,, *** sebuah mobil berhenti tepat di depan pagar rumahnya, dan Yuna turun dari mobil tersebut,, Yuna pun melambaikan tangan nya sambil tersenyum manis,, dan mobil itu berlalu pergi Fadil yang melihat itu langsung emosi, gimana gak emosi coba istrinya pergi sama laki laki lain yang bukan mahrom nya,, kelewatan kamu Yuna,,, Fadil pun menghampiri Yuna,, dan menarik Yuna masuk ke dalam rumah,, ihhh apaan si Gus main tarik tarik aja,, kaya kambing aja,, sakit tau,, karna Fadil mencengkram tangan nya sedikit kuat,, sesampai nya di di dalam rumah,, Fadil mengunci pintu depan dengan gerakan sedikit kasar,, Yuna yang melihat Fadil sedang menahan emosinya,, Yuna hanya bisa diam terpaku dan mengigit bibir bawah nya, gugup dan takut,, DARI MANA KAMU YUNA, JAM SEGINI BARU PULANG,,sentak nya,, reflex Yuna langsung memejam kan matanya karna takut,, lihat wajah Fadil dengan expresi menakut kan baginya,, JAWAB YUNA DARI MANA,, bentak nya lagi,,. ta,,ta,,di, ha,,,bis,, nongkrng dari cafe sama temen,, jawabnya, terbata, gugup dan gemeter,, SAMPAI PULANG SELARUT INI, DENGAN LAKI LAKI YANG BUKAN MAHROM KAMU HAAH,,, Yuna pun menangis,, karna takut, bentakan suaminya sangat menyakitkan hatinya,,, Yuna memberanikan diri menatap ke arah Fadil,, dan menatap suaminya yang memalingkan wajah nya, menatap ke arah lain,, Gus Yuna emang bukan istri yang baik untuk mu,, apa lagi kata Soleha, jauh Gus,, Gus laki laki Soleh, pantas mendapatkan perempuan Soleha,,. ceraikan saja saya gus, saya siap di cerein sama Gus,, di sela Isak tangis nya, mengumpul kan keberanian,, Fadil yang mendengar tutur istrinya pun menoleh menatap Yuna dalam, melihat Yuna menangis, hati nya ikut merasa sakit melihat istrinya menangis,, apa aku sudah keterlaluan, dan menyakiti hatinya,, Fadil pun meraih tubuh mungil Yuna, masuk kedalam pelukannya,, ➡️➡️bersambung,, tunggu selanjutnya,, jangan lupa komen ya, biar semangat,, walaupun tangan nya sampai ke ?,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN