I’m (Not) A Villain | 16

1681 Kata

*** Aura memandang Rafas dengan tatapan tajamnya. Sebal karena Rafas tak juga mengeluarkan satu kata pun setelah memakasanya untuk duduk tepat disebelahnya. Aura pikir, Rafas sedang bermain-main dengannya dan menguji kesabarannya. “Apa maumu?” kesal putri Aura. Bukannya takut, Rafas justru tersenyum lembut sebelum mengganti ekspresi wajahnya dengan lebih serius. Rafas membalas tatapan Aura yang sekarang melunak padanya. Mungkin Aura tahu bahwa Rafas sedang ingin bicara serius. “Katakan!” ujar Aura tak ingin menunggu lagi. Rafas mengangguk paham. Ia mencoba merangkai kata yang tepat untuk menceritakan apa saja yang tela dia dengar beberapa saat lalu. Ini mungkin akan memancing emosi Aura, tetapi Rafas pun tak bisa menyimpan semua ini sendirian karena ia tidak memiliki kebebasan di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN