Bab 48

895 Kata

Jihan memandang Jungmo yang saat ini tak terpengaruh oleh dandanannya yang berubah. Hanya saja, Jihan baru sadar kalau ternyata Jungmo memang sudah benar-benar melupakannya. Mama Koo mengamati dari luar kamar, begitu juga lucy. Mereka kelihatan iba pada Jihan. Wanita itu seharusnya menikmati masa bahagiannya dengan kehamilan yang sebentar lagi masuk kelahiran. "Tan, Kak Jungmo sadis banget ya. Masa lupa sama istri sendiri. Padahal lagi hamil lho itu, kapan sih keajaiban Kak Jungmo tiba-tiba inget?" Tukas Lucy. Mama Koo mengendikan bahunya, "Tante malah pengen keajaiban itu cepet dateng. Tante antara bersyukur sama nggak dengan amnesianya Jungmo. Kasihan Jihan kalau seperti ini." Lucy mengangguk paham lalu menghela nafas, "Serba salah ya tan. Disaat kak Jungmo udah mulai bicara lagi, d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN