Bab 42

964 Kata

JIHAN menghembuskan nafasnya kasar. Tidak ada yang tau jalan takdir dimana, akan sampai sejauh ini jarak yang mungkin bisa dia tempuh, hanya untuk memastikan selalu berada didekat Jungmo. Lucy dengan setia mendampingi Jihan, karena setelah pertemuan singkat dengan tantenya itu. Lucy sudah dapat menyimpulkan kalau hari ini bisa jadi hari yang tidak baik bagi Jihan. Kenyataan dimana Tante Koo memilih untuk membawa Kak Jungmo pergi, tentu bukan sebuah kenyataan yang diharapkan oleh Jihan. Kepala wanita itu pening, dan mengharapkan diri untuk beristirahat sejenak. Meredam beberapa pikiran-pikiran buruk yang melayang-layang dikepalanya. "Jihan, jangan pernah melupakan fakta kalau kamu tengah hamil. Jangan biarkan mama membawa Jungmo pergi." Batinnya menjerit. "Menurutmu, apa yang harus kit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN