A/N : Aku janjinya mau cepet update karena mau namatin Mute, gak taunya aku malah ngaret wkwkw ### "Kakak gak apa-apa?" Tanya Lucy. Perempuan itu selalu memperhatikan apa yang Jihan butuhkan dan perlukan. Lucy memang dapat diandalkan disaat-saat seperti ini. Semua berjalan lancar karena Tuhan membantunya. Menjadi psikolog gadungan untuk Jungmo, bukankah hal itu sudah sangat jelas salah? Tapi, Jihan tidak peduli. Selama dia bisa terus berada disisi suaminya, Jihan merasa tidak ada yang salah dengan hal itu. "Iya, aku gak apa-apa." Jawab Jihan. Ini sudah ketiga kalinya, mereka kembali ke mansion mewah yang menjadi kediaman pelarian, dari Jungmo dan keluarganya. "Aku takut, kakak gak siap buat ketemu kak Jungmo. Setelah minggu lalu--" "Huss, kamu gak usah bahas yang udah berlalu." Per

