"Barang sebanyak ini untuk apa Jo?" tanyaku saat melihat beberapa karung beras, kardus s**u, serta jajanan anak-anak di ruang tamu. "Buat anak panti," jawabnya. "Kamu mau ikut?" "Boleh?" Ia mengangguk setuju. "Tunggu ya Jo, aku mau ganti baju sebentar." Kemudian aku masuk ke dalam kamar, mengganti gamisku dengan yang lebih bagus, dan juga jilbab yang ku kenakan. Tidak lupa aku gunakan handsock berwarna senada dengan gamisnya. Aku mengambil dompetku yang ku letakkan di nakas serta ku masukkan ke dalam tas kecil. Setelah siap aku keluar kamar. Jo terlihat sibuk memindahkan barang-barang yang ingin dibawanya ke dalam mobil. Aku pun ikut membantunya dengan mengangkat kardus s**u, namun ia malah menghentikan gerakanku. "Jangan bawa yang itu, berat. Kamu nggak akan kuat. Bawa yang ri

