“Kok Papa? Mama mana?” tanya Aslan bingung ketika melihat Papanya, karena tadi seingat dia Mamanya lah yang duduk di sebelahnya. Pantas saja ketika tidur dia merasa memeluk badan yang lebih besar dan tinggi berbanding terbalik dengan badan Mamanya yang kecil dan berisi. “Mama lagi nenenin Dedek, tidur lagi aja masih satu jam lagi nyampenya” ucap Xavier sambil mengelus kepala Aslan. Bohong sekali kalau Xavier tidak menyesal setelah menghukum anak-anaknya seperti itu, dia bahkan hampir menangis ketika bercerita kepada istrinya karena menyesal dan merasa gagal menjadi seorang Papa yang seharusnya bisa melindungi anak-anaknya dan mendidik anak-anaknya dengan baik. “Aslan minta maaf ya Papa, Aslan salah tolong jangan diemin Aslan” ucap Aslan pelan. “Udah Papa maafin, Papa nggak ada diemin

