“Deva sekarang udah selesai ya sekolahnya? gimana? lulus?” tanya seorang wanita paruh baya yang Deva ketahui bernama Weni. “Lulus kok Oma” jawab Deva sambil memakan kue gabus kesukaannya. “Mau lanjut sekolah dimana? Pasti sama Kakaknya ya” tebak oma Weni yang diangguki oleh Deva. “Biar gampang Oma, jadi nggak perlu cari-cari lagi” jawab Deva yang diangguki setuju oleh Weni. “Oma aja bingung, si Nia cucu oma yang cewek pengen masuk sekolah teknik” cerita Weni. “Ya bagus dong, berbeda itu indah” saut Shinta yang diangguki oleh Deva. “Ya nggak gitu, cucuku cewek satu-satue modelan kayak cowok. Pengene Nia itu yang feminim, anggun tapi susah banget diajarin” adu Weni. “Lah… Alkina juga gitu cuman bedanya dia pinter banget kalo malak orang” saut Alsa yang disetujui oleh Shinta dan Deva.

