Owalah...Kamu lapar???baiklah aku ganti baju dulu ya, sebentar aku Masakin buat kamu" kata Gaby.
" Nggak usah kan kamu capek" kata Verdo.
" Nggak apa-apa sayang, kan kamu suami aku, jadi sudah menjadi kewajiban ku untuk memasak buat suamiku tercinta ini" kata Gaby manja.
" Okelah kalau begitu...aku ke teras dulu ya...panas...mau cari angin dulu" kata Verdo.
" Oke sayang, nanti aku bawa ke luar ya mienya" kata Gaby.
" Baik...Terimakasih ya" jawab Verdo segera ke teras dan Gaby mengganti pakaiannya di kamar kemudian memasak untuk Verdo.
Verdo duduk di teras dia masih membayangkan wajah Leoni yang sangat cantik, bahkan dia juga merasa jatuh hati padanya.
" Sebenarnya apa yang terjadi padaku, kenapa aku begitu nyaman ketika dekat dengannya..., mungkinkan aku????hmm tidak...tidak...itu anaku Gaby... tapi kenapa perasaanku bergetar melihat dia" gumamnya dalam hati.
Saat dia duduk di teras tiba-tiba pintu jendela kamar Leoni di buka, terlihat Leoni berdiri di dekat jendela dan memandang ke luar. Verdo melihat kecantikan wajah Leoni yang begitu bersinar, Kamar Leoni dekat dengan teras, Tiba-tiba Leoni menengok ke teras, tanpa sadar mereka saling berpandangan, Leoni tampak kaget namun Verdo melemparkan senyum kepada dan Leonipun kali ini membalas senyum Verdo dengan muka yang memerah karena malu. Mereka saling berpandangan, seolah-olah mata mereka saling berbicara...
" Len...aku ingin sekali....?" Pikir Verdo.
" Hmmm entah apa yang aku rasakan tapi hatiku sangat senang melihat mata Verdo" pikir Leoni.
Saat mereka masih tenggelam dalam perasaannya, Gaby datang membawa makanan untuk Verdo...
" Sayang...ini makanannya" kata Gaby.
Leoni segera menutup jendelanya kembali dan segera ke tempat tidurnya
" Eh sudah jadi ya?" Kata Verdo gugup.
" Lah kamu kenapa kok gugup...melamun apa hayo" kata Gaby.
" Enggak lagi liat halaman saja...sudah rapi" kata Verdo.
" Ooo begitu...ini dimakan dulu biar kamu kenyang" kata Gaby.
" Makasih ya..." kata Verdo segera menyantap makanannya.
" Sayang besok kamu tidak usah antar aku ya...besok Pak Leo yang jemput aku" kata Gaby.
" Ooo begitu....Kamu berapa lama ke luar kotanya?" Tanya Verdo.
" Paling ya dua hari sih.." kata Gaby.
" Terus kamu menginap dimana?" Tanyanya kembali sambil mengunyah makanannya.
" Ya paling di hotel" kata Gaby.
" Kamu sendiri kan tidurnya" kata Verdo.
" Ya tentu sendirilah, Pak Leo ajak istri dan anaknya" kata Gaby.
" Syukurlah kalau begitu" kata Verdo lega.
" Kenapa? Kamu cemburu ya?" Tanya Gaby menggoda.
" Ya begitulah..." kata Verdo.
" Tenang sayang...aku hanya mencintaimu seorang" bisik Gaby di telinganya. Tapi Verdo tidak membalas kalimat Gaby, karena dia sedang bingung dengan perasaannya saat ini, dipikirannya hanya ada Leoni.Sementara itu Alex dan Bu Rita duduk di ruang tamu..
" Alex...Kamu harus sabar ya...semua perjalanan hidup kita sudah ada yang mengaturnya" pungkas Bu Rita.
" Iya Bu...sudah hampir dua tahun ini saya berusaha untuk bisa mewujudkan impian Leoni, walaupun untuk sementara ini saya harus menghilang darinya" kata Alex sedih.
" Percayalah apa yang kamu lakukan ini semua pasti baik" sahut Bu Rita.
" Iya Bu...Bu bolehkah saya mendengar suara Leoni?" Tanya Alex berharap.
" Iya Lex...sebentar saya telepon dia dulu" kata Bu Rita. Bu Rita mengambil ponselnya dan segera menghubungi Leoni.
Leoni yang sedang termenung memikirkan perasaan tiba-tiba tersadar mendengar bunyi Ponsel...dia segera mengangkat ponselnya...
" Halo...Nek..." kata Leoni.
" Halo Len...Kamu lagi apa?" Tanya Bu Rita, sedangkan Alex mendengarkan dengan meneteskan air mata mendengar suara Leoni dari ponsel Bu Rita.
" Saya lagi duduk di kamar Nek...Nenek dan Kakek sehat kan?" Tanya Leoni.
" Kami baik-baik saja...Kamu sudah makan kan?" Tanya Bu Rita peduli.
" Sudah Nek...makan makanan yang dikirim sama seseorang yang tidak tahu siapa gerangan hehehehe" jawab Leoni.
" Kamu ini...ada-ada saja...gimana ujiannya sudah selesai???" Tanya Bu Rita.
" Tinggal besok hari terakhir Nek...Leoni sudah tidak sabar ingin ke Surabaya" kata Leoni.
" Syukurlah...iya nanti kalau sudah liburan Nenek pasti pesankan tiket untukmu" kata Bu Rita tersenyum.
" Nenek janji kan mau mempertemukan ku dengan Ayah?" Kata Leoni.
Saat mendengar Leoni berbicara seperti itu, air mata Alex semakin deras mengalir. Bu Rita juga tiba-tiba ikut meneteskan air mata seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Alex.
" Iya..nak..nanti Nenek pasti pertemukan kamu dengan Ayahmu Alex" kata Bu Rita menatap Alex, Alex tersenyum.
" Baik Nek..owh ya Nek...Leni mau keluar sebentar mau bersepeda sebelum belajar biar otak ini bisa menampung semua pelajaran hehehehe" kata Leoni.
" Baiklah...Kamu hati-hati bersepeda nya ya, ya sudah Nenek matikan dulu teleponnya ya sayang..." kata Bu Rita.
" Iya Nek...Dada..Nenek...muach" kata Leoni.
" Iya Leni cantik...Daa" kata Bu Rita mematikan ponselnya.
Bu Rita menyeka air matanya, begitu juga dengan Alex.
" Terimakasih ya Bu...akhirnya saya bisa mendengar suara Leoni" kata Alex.
" Sama-sama Lex...anakmu sangat tegar...Kamu juga harus tegar dan semangat ya?" Kata Bu Rita.
" Iya Bu...saya tambah semangat mendengar suara Leoni...saya pasti sembuh" kata Alex menyemangati dirinya sendiri.
" Ibu istirahat dulu ya Lex...Kamu juga istirahat ya..jangan memikirkan hal-hal yang berat dulu...pokoknya kamu serahkan semuanya kepada Tuhan" kata Bu Rita.
" Iya Bu...sebentar saya juga akan istirahat...Terimakasih sekali lagi ya Bu" kata Alex.
" Iya Lex..." kata Bu Rita meninggalkan Alex, sementara itu Alex masih duduk di sofa ruang tamu.
" Sabar ya Nak...nanti kamu pasti senang melihat Ayah sudah punya tempat tinggal" kata Alex dalam hatinya dan segera bangkit berdiri untuk istirahat di kamar.
Leoni mengambil jaket dan topinya kemudian bergegas ke luar untuk bersepeda..saat dia sampai di depan pintu rumah, dia melihat Verdo dan Gaby masih di teras rumah...
" Kamu mau kemana?" Tanya Gaby.
" Main sepeda Bu!" Jawabnya dingin.
" Inget jangan sore-sore pulangnya!" Seru Gaby dengan muka agak galak.
" Saya tahu..." jawabnya singkat mengambil sepeda dan segera keluar.
" Kamu ini jangan galak-galak sama anak kamu sendiri" kata Verdo.
" Hmmm kamu tidak tahu perasaanku, gara-gara anak itu aku harus menikah dengan orang yang tak berguna itu Alex, dan aku harus rela kehilanganmu!" Jelas Gaby kesal.
" Sudahlah yang lalu biarlah berlalu, yang penting kan sekarang kamu sudah kembali padaku" kata Verdo meredakan emosi Gaby.
" Iya sih...hmmm entahlah anak itu mau menerimaku sebagai ayahnya atau tidak" kata Gaby.
" Nanti pelan-pelan pasti dia akan menerimaku.." kata Verdo.
" Terserah kamulah...aku gak terlalu peduli, kalau bukan karena keputusan pengadilan...lebih baik dia dengan Ayahnya, tapi karena Ayahnya tidak punya tempat tinggal jadi dia harus tetap bersama denganku" kata Gaby menyesal.
" Stttttttt jangan bilang begitu...mau bagaimanapun juga kamu adalah ibunya, dia darah daging kamu sendiri...cobalah untuk menerimanya" kata Verdo menasehati.
" Hmmm tidak untuk sekarang!" Kata Gaby kesal.
" Oke... nanti waktu yang akan merubah keadaan kita" kata Verdo.
" Sudahlah aku mau mandi dulu baru mau istirahat sebentar..." kata Gaby membereskan bekas tempat makan Verdo kemudian ke kamarnya untuk mandi. Verdo masih duduk di teras rumah...
" Bagaimana ini...kalau Gaby tahu tentang perasaanku...hmmm biarkanlah...ini mengalir..." kata Verdo dalam hati kemudian masuk ke kamarnya menyusul Gaby.
Gaby menaiki sepedanya dan kembali ke sebuah taman untuk duduk di dekat taman.
" Hmmmm ada apa dengan perasaanku, apa yang telah aku perbuat tadi" katanya dalam hati sambil duduk di kursi taman memandang ke langit. Saat itu juga ada Gerald yang juga sedang bersepeda.
" Sepertinya aku kenal???? Hmmm sudah ku duga pasti Leoni" kata Gerald dalam hati.
Gerald kemudian menghampiri Leoni yang sedang melamun, dia menaruh sepedanya dan segera duduk di samping Leoni. Leoni tidak menyadari kalau Gerald duduk di sampingnya.
" Nie anak tumben diem....ee masih ngalamun lagi...aku kerjain nie.." gumam Gerald melihat Leoni melamun sampai tidak menyadari kalau Gerald duduk di sampingnya. Gerald meniup telinga Leoni...
" Ih apaan sih nih.....!!!" Kata Leoni menoleh ke sampingnya.
" Hai......!!!! Hwkwhkkk...ngalamunnya enak ya???" Gurau Gerald.
" Kamu!!!!!! Ngapain kamu kesini????" Tanya Leoni kesal.
" Yeee....harusnya aku yang Tanya ngapain kamu duduk ngalamun di taman sendirian kaya orang ilang" kata Gerald meledek.
" Kamu tuh yang aneh...!!!" Kata Leoni membalas Gerald.
" Aneh....memang aku beda ya sama kamu kok aneh..kan aku punya dua mata...dua telinga...hidung mulut dan..." kata Gerald.
" Stttttttt berisik.....udah deh kamu pergi saja sana" usir Leoni.
" Enggak ah...aku mau nemenin kamu" gurau Gerald.
" Eh aku gak perlu di temenin...hmmm dasar keras kepala" kata Leoni semakin kesal.
" Sepertinya bukan aku yang keras kepala deh!!!" Sahut Gerald tertawa pelan.
" Hufhhh terserah kamu ajalah..." kata Leoni menyerah.
" Kamu sudah makan?" Tanya Gerald.
" Sudah memang kenapa kamu mau traktir aku???" Kata Leoni.
" Iya....yuk aku ajak kamu makan bakso super enak langgananku" ajak Gerald penuh semangat.
" Hhhhmmm bolehlah" jawab Leoni.
" Nah gitu dong" kata Gerald.
Mereka berdua mengambil sepeda dan menaikinya, Gerald di depan sebagai petunjuk arah.
" Sampai......!!!" Kata Gerald menghentikan sepedanya, Leoni pun ikut berhenti.
" Disini????" Kata Leoni memandang grobak bakso biasa.
" Yupsh.....pesan dua yang bang!" Kata Gerald.
" Oke seperti biasa kan" kata Abang bakso.
" Iya...agak pedes ya...Kamu mau pedes nggak?" Tanya Gerald.
" Bolehlah" jawab Leoni.
" Satunya pedes yang bang" kata Gerald.
" Siap !!!" Kata Abang Bakso memberikan kursi untuk Gerald dan leoni.
"Kamu kenapa pindah ke sini???" Tanya Leoni.
" Tumben kamu tanya hehehheeh" jawab Gerald.
" Ya kan kamu aneh...udah enak sekolah di luar negeri malah balik lagi kesini, kalau aku jadi kamu mah aku tetap disana" kata Leoni.
" Hmmmm... sebenarnya ada alasan aku balik ke sini, Mama aku..." kata Gerald.
" Mamamu??? Memangnya ada apa dengan Mamamu???" Tanya Leoni semakin penasaran.
" Mamaku divonis Dokter sakit kanker rahim" jelas Gerald sedih.
" Apa!!!! Kanker rahim???" Kata Leoni kaget.
" Iya...makanya aku balik lagi ke sini, agar aku bisa memiliki waktu bersama Mama" jelas Gerald sedih.
" Hmmm heran aku...selama ini dia kelihatan baik- baik saja...ternyata dia memendam kesedihan yang teramat dalam" gumam Leoni.
" Hei...Kamu kok bengong" kata Gerald.
" Hmmmm gak apa-apa...aku turut prihatin ya, semoga Mamamu cepat sembuh" kata Leoni.
" Iya makasih" kata Gerald tersenyum.
" Ini baksonya...silahkan dimakan" sahut Abang bakso menaruh dua mangkok bakso di atas meja yang tersedia.
" Owh ya Bang makasih ya" kata Gerald.
" Makasih" sahut Leoni.
" Yuk dimakan" ajak Gerald, Leoni tersenyum dan mengangguk, mereka menyantap makanan mereka sampai habis.
Gerald sangat tegar menghadapi masalah yang menimpa keluarganya, itu membuat Leoni semakin bersemangat menjalani hari-harinya.
" Heee baksonya...enak kan?" Kata Gerald.
" Iya lumayanlah" kata Leoni.
" Ini Bang semuanya jadi berapa?" Tanya Gerald.
" Delapan belas ribu" jawab Abang tukang bakso.
" Ini Bang uangnya" kata Gerald memberikan uang dua puluh ribuan.
" Oke sebentar ya kembaliannya" kata Abang bakso.
" Tidak usah Bang buat Abang aja" jawab Gerald.
" Eemmm makasih ya" kata Abang bakso senang.
" Iya Bang sama-sama, yuk Len" ajak Gerald.
" Makasih ya...sudah traktir aku" kata Leoni.
" Sama-sama, besok-besok aku traktir lagi" kata Gerald.
" Enggak usah nanti merepotkan" kata Leoni.
" Gak apa-apa selagi masih bisa kenapa tidak" kata Gerald mengambil sepedanya, begitu juga dengan Leoni.
" Habis ini kamu mau kemana?" Tanya Gerald.
" Aku mau pulang, mau mandi dan belajar" kata Leoni.
" Hem anak rajin" kata Gerald.
" Kan besok hari terakhir ujian...jadi harus belajar yang benar" kata Leoni.
" Iya...iya...aku antar pulang ya?" Kata Gerald.
" Nggak usah...gak apa-apa" kata Leoni.
" Gak apa-apa kan kita satu arah" kata Gerald.
" Hemm baiklah" kali ini Leoni tidak menolak, Gerald pun senang karena Leoni mau menerima tawarannya.
Mereka mengendarai sepeda masing-masing..di jalan mereka saling beriringan.
" Mamamu di rumah atau di mana?" Tanya Leoni.
" Mama sementara ini di rumah, tapi tetap dipantau sama Dokter" kata Gerald.
" Hmmm kok kamu bisa menutupi kesedihanmu?" Tanyanya kembali.
" Sebenarnya saat aku mendengar kabar tentang Mama duniaku terasa runtuh, tapi apa aku akan terus ada dalam kesedihanku???padahal itu tidak bisa merubah segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, Setiap orang memiliki masalah, hanya saja bagaimana cara pandang kita dalam menghadapi masalah" jelas Gerald.
" Begitu ya.... " Kata Leoni.
" Kamu pun bisa menutupi masalahmu kan ..padahal kamu juga sangat berat masalhnya..yang harus kita ingat...bahwa apa yang diijinkan Tuhan pastinya semua mendatangkan kebaikan untuk kita" kata Gerald.
Tanpa sadar mereka sudah sampai di depan rumah Leoni.
" Sudah sampai...makasih ya" kata Leoni.
" Oke .. jangan lupa belajar ya" pinta Gerald.
" Tanpa kamu suruhpun aku pasti belajar" jawab Leoni.
" Bye ..aku pulang dulu ya...sampai besok" kata Gerald melambaikan tangan dan segera pulang. Leonipun membalas lambaian tangan Gerald dengan wajah yang mulai tersenyum. Leoni membuka gerbang dan menaruh sepedanya di garasi rumah, tepat di samping mobil Verdo.
Saat dia mau masuk ke dalam dia lihat suasana rumah sepi, dia segera masuk ke kamar untuk segera mandi.
Gerald pun juga sampai di rumahnya. Rumah Gerald sangat mewah, ada beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya, walaupun begitu Gerald adalah anak yang mandiri tidak manja. Papanya mengajarinya agar bisa hidup mandiri. Sampai dia sekolah di luar negeri pun ia sudah tidak merasa kesulitan. Gerald memiliki adik perempuan yang masih duduk di sekolah dasar namanya Cintya. Gerald juga menjadi sosok kakak yang penyanyang baik terhadap keluarganya maupun kepada orang lain. Satu tahun terakhir Mamanya divonis mengidap kanker rahim membuat Cintya kesepian. Kehadiran Gerald mampu membuat seisi rumah yang tadinya sedih bisa menjadi ceria dan penuh semangat.
Gerald juga merawat Mamanya dengan baik.
" Selamat sore Bi" sapa Gerald ke salah satu asisten rumah tangganya.
" Sore Den.." jawab asistennya.
Saat dia berjalan menuju ke rumah dari jauh sudah kelihatan Cintya berlari dan memangg kakaknya itu..
" Kakak......!!!!!" Teriak Cintya sambil berlari ke arah Gerald. Gerald tersenyum dari jauh dan Cintyapun memeluk erat kakaknya itu.
" Kakak...kakak dari mana? Aku bangun tidur Kakak sudah pergi" Tanya Cintya dengan lugu.
" Kakak barusan bersepeda ke rumah temen kakak, Mama dimana?"kata Gerald.
Belum sempat dijawab Mama Gerald ada di depan pintu rumah dengan wajah yang penuh senyum duduk di atas kursi roda.
" Mama disini sayang" kata Mama Gerald mendekati Gerald.
" Mama .." kata Gerald langsung memeluk dan mencium Mamanya.
" Kamu sudah pulang nak??" Tanya Mamanya.
" Sudah Ma...Mama sudah makan?" Tanya Gerald.
" Sudah nak" jawabnya pelan.
" Sudah kakak tadi Cintya yang suapin Mama" sahut Cyntia.
" Owh ya ..adik kakak sekarang sudah besar ya .." puji Gerald mengus rambut adinya.
" Iya dong kakak kan kakak yang ajarin" jawab Cintya.
" Hemmm sudah-sudah yuk ke dalam, kalian mandi dulu ya sudah sore" kata Mamanya.
" Baik Mama" jawab mereka serentak.
" Kalian ini ..." Kata Mamanya merasa senang dengan kemandirian anak-anaknya.
Merekapun masuk ke dalam rumah dan segera mandi.
Sementara itu Gaby baru bangun dari tidurnya...sementara Verdo masih tertidur.
" Ya ampun ini sudah jam berapa?aku belum masak hoammm" kata Gaby dalam hati dan segera beranjak dari tempat tidurnya. Gaby mencuci mukanya kemudian segera ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Leoni juga masih di dalam kamar, dia sudah selesai mandi kemudian dia mengambil bukunya untuk segera belajar.
Verdo terbangun saat mencium aroma masakan yang begitu enak.
" Hhhhmmmm sedal sekali pasti Gaby sedang memasak" pikir Verdo.
Verdo segera mandi agar terlihat segar, selesai dia mandi saat dia mau keluar kamar Gaby sudah ada di depan pintu kamar .
" Loh kamu sudah bangun sayang???" Kata Gaby kaget melihat Verdo yang sudah berganti baju dan terlihat segar.
" Sudah dong ..sudah lapar bau aroma masakanmu yang lezat" rayu Verdo kemudian mencium Gaby.
" Ehhh jangan-jangan aku belum mandi masih bau masakan nih" kata Gaby mendorong Verdo.
" Gak apa-apa tetep cantik kok" goda Verdo.
" Kamu tolong ajak Leni dulu ya...aku mau mandi nanti aku menyusul" kata Gaby segera masuk ke kamar.
" Oke.." jawab Verdo segera ke kamar Leoni.
" Tok..tokk...Len..." Pangg Verdo.
" Aduh...gimana nih ..dia ada di depan kamar lagi" kata Leoni dalam hatinya. Dia melangkahkan kakinya dengan ragu-ragu, jantungnya juga serasa bergetar kencang. Leoni membuka pintu kamarnya dan saat dia membuka pintu dia melihat Verdo berdiri dihadapannya dengan senyum yang manis membuat Leoni semakin terpesona karenanya.
" Makan yuk" ajak Verdo.
" Emmmm aku masih belajar...duluan saja nanti aku belakangan selesai belajar" jawabnya gugup.
" Harusnya kamu makan dulu baru kembali belajar" kata Verdo kemudian memegang tangan Leoni dan menariknya untuk ke ruang makan.
" Eeeh lepasin..." Kata Leoni berusaha melepaskan tangannya.
" Makan dulu ya" bisik Verdo di telinganya. Leoni menurut dan segera ke ruang makan.
Di meja makan sudah tersedia makanan yang lezat, Verdo menarikkan kursi untuk Leoni dan memegang pundak Leoni untuk mempersilahkan duduk.
" Yuk duduk..makan dulu baru belajar" bisiknya mengambilkan nasi dan lauk untuknya.
" Cukup...cukup...aku tadi sudah makan" kata Leoni.
" Oke...yuk dimakan" suruh Verdo.
Dengan terpaksa Leoni pun makan bersama dengan Verdo. Sedangkan Gaby masih ada di kamar mandi membersihkan dirinya.
Mereka makan sambil saling menatap tanpa ada kata-kata terucap. Tapi mata mereka menggambarkan kalau mereka saling mengagumi satu dengan lain.
" Kenapa denganku, orang yang selama ini aku benci kenapa sekarang aku begitu senang ketika melihatnya" gumam Leoni sambil mengunyah makanan.
" Mungkinkan aku mencintai anak ini???sejak kapan???kenapa perasaan ini terasa sangat nyaman ketika melihatnya" gumam Verdo.
Mereka hanya tersenyum satu sama lain, mereka sangat menikmati makan malam mereka, selesai makan Leoni segera membereskan piring kotor.
" Aku duluan ya" kata Leoni memecah suasana.
" Loh kamu sudah selesai makannya, tidak nambah?" Kata Verdo.
" Hmmm tidak, tadi sore aku sudah makan" jawab Leoni mengambil piring kotornya untuk dicuci.
" Baiklah..." sahut Verdo melanjutkan makannya.
Gaby yang sudah selesai mandi langsung segera keluar untuk makan malam.
Ketika mendengar suara pintu kamar Gaby, Leoni buru-buru masuk ke kamarnya.
" Kamu mau kemana?" Tanya lembut.
" Aku mau belajar...duluan ya" jawab Leoni melemparkan senyum pada Verdo, hati Verdo semakin bergejolak melihat senyuman Leoni.
" Kamu sudah makan?" Tanya Gaby agak dingin.
" Sudah...makasih Bu" jawab Leoni singkat lalu segera ke kamarnya.
" Hai sayang maaf aku lama mandinya" sahut Gaby duduk di meja makan.
" Maaf ya kami duluan makan...perutku sudah lapar" kata Verdo.
" Iya gak apa-apa kok, kamu sudah makannya?" Tanya Gaby melihat piring Verdo masih ada makanan sedikit.
" Ini sebentar lagi..Kamu makan gie biar aku temenin" kata Verdo.
" Iya sayang, minta tolong ambilkan nasinya" kata Gaby membalikkan piringnya.
" Oke...nie...makan yang banyak ya...supaya gemuk" kata Verdo.
" Sedikit saja sayang...nanti badanku jadi kaya drum kalau gemuk" kata Gaby.
" Gak apa kan jadi kelihatan kalau kamu bahagia" kata Verdo.
" Enggak deh aku dikit saja makannya" kata Gaby.
Verdo masih menemani Gaby makan malam, sedangkan di kamar Leoni masih terngiang-ngiang dengan wajah Verdo...
" Duh kenapa nih kepala gak karuan pikirannya,,, kenapa aku jadi begini" kata Leoni dalam hatinya.
Dia memandang dirinya di cermin, dia seolah-olah mengingat semua kejadian yang pernah ia alami bersama dengan Verdo, dari ciuman yang tak sengaja... maupun yang dilakukannya tadi siang.Sementara itu Alex dan Bu Rita sudah selesai makan malam, Pak Roby baru saja pulang mengurus Bisnis Kulinernya.
" Malam semua,, " sapa Pak Roby melihat Bu Rita dan Alex sedang duduk di ruang tamu.
" Malam juga Pa" jawab Bu Rita menghampiri Pak Roby dan membawakan tas kerjanya.
" Malam Pa..." sahut Alex tersenyum dan mencium tangan Pak Roby.
" Gimana keadaan kamu Lex?" Tanya Pak Roby.
" Sudah sehat Pak...mungkin besok saya masuk kerja" jawab Alex.
" Kamu yakin mau masuk kerja, apa tidak lebih baik kalau kamu istirahat beberapa hari ini" kata Pak Roby.
" Hmmm saya yakin...sudah sehat Pa...kalau saya di rumah malah nanti saya gak ada kerjaan malah bingung" kata Alex.
" Hmmmm kalau begitu besok kamu boleh bekerja di ruang kerja saya sementara, kan ada komputer kamu tinggal pindahkan datanya ke flashdisk dan pindah ke komputer yang ada di ruang kerja saya" kata Pak Roby.
" Iya Lex kamu kan harus banyak istirahat supaya pengobatan kamu bisa maksimal" sahut Bu Rita membawakan minuman untuk Pak Roby.
" Begitu ya Pak..Bu...saya nurut saja apa yang Bapak dan Ibu sarankan untuk saya, terimakasih banyak" kata Alex.
" Sama-sama Lex...kamu tidak perlu sungkan, kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong ke kami" kata Bu Rita.
" Baik Pak..Bu.., kalau begitu saya ke kamar dulu Pak..Bu...selamat malam" kata Alex segera beranjak untuk ke kamarnya.
" Iya Lex selamat beristirahat" kata Bu Rita, sedangkan Pak Roby mengangguk kan kepalanya sambil meminum teh hangat buatan Bu Rita.
" Gimana kondisi Alex Bu?" Tanya Pak Roby.
" Hari ini dia sudah seperti biasa Pak, sudah sehat" jawab Bu Rita.
" Baiklah kalau begitu" kata Pak Roby.
" Pak..Bapak sudah makan?" Tanya Bu Rita.
" Sudah Bu, tadi saya ajak Hery makan di warung Padang" jawab Pak Roby.
" Syukurlah ..sudah yuk Pak..kita istirahat" kata Bu Rita.
" Iya Bu" kata Pak Roby.
Sementara itu di rumah Gerald, Papanya baru saja pulang dari kantornya, walaupun dia pemilik Sekolah, dia juga mempunyai usaha. Apalagi sekarang harus membawa Mama Gerald berobat.
" Malam Pa" sapa Gerald yang menunggu Papanya pulang.
" Malam...Kamu tidak belajar?" Tanya Papanya.
" Sebentar lagi Pa, barusan kami selesai makan malam" kata Gerald.
" Mama dan Cintya dimana?" Tanya Papanya.
" Mama di kamar Pa, Cintya menemaninya" jawab Gerald.
" Syukurlah kalau Cintya sama Mamanya, owh ya besok rencananya Papa mau ke Singapura" kata Papanya.
" Singapura??? Mau apa Pa???" Tanya Gerald kaget.
" Papa mau bawa Mama berobat disana, Papa titip Cintya ya, kamu jaga dia baik-baik" kata Papanya.
" Emmm baik Pa" jawab Gerald.
" Ya sudah kamu ke kamar sana, besok kan ujian terakhir habis itu kamu istirahat ya, besok biar Pak Gatot yang antar kamu dan adikmu sekolah" kata Papanya.
" Hmmm Gerak biar naik angkot saja Pa, biar Pak Gatot tidak bolak balik" kata Gerald.
" Begitu ya, oke terserah kamu kan kamu juga sudah besar bisa memilih yang terbaik, Kalau begitu Papa ke Kamar dulu ya" kata Papanya.
" Iya Pa, selamat malam selamat beristirahat" kata Gerald kemudian langsung ke masuk ke kamarnya untuk belajar.
" Yess besok aku bisa bareng Leoni!!" Seru Gerald senang.Sementara itu Gaby dan Verdo sedang di kamar, Verdo sibuk dengan laptopnya sedangkan Gaby sibuk berkemas-kemas untuk tugas di luar kota.
" Besok kamu tidak usah mengantarku ya sayang, karena Pak Leo akan menghampiriku" kata Gaby melipat baju dan memasukkannya ke dalam koper mininya.
" Hmmm baiklah..." jawabnya singkat sambil terus menulis di laptopnya.
" Sayang aku titip Leoni ya?" Kata Gaby memandangnya. Verdo terdiam sejenak dan menatap ke Gaby, dia hanya menganggukan kepalanya tanpa memberi jawab.
" Makasih ya" Gaby tersenyum.
" Hmmm apa yang akan terjadi besok kalau aku berdua dengan Leoni???" Gumam Verdo dalam hati.
" Owh ya sayang persediaan di kulkas sudah hampir habis, minta tolong besok kamu ke supermarket ya ajak saja Leoni, karena dua yang tahu kebutuhan yang sering aku beli" kata Gaby selesai memasukan bajunya ke koper.
" Baik, tapi apa dia mau aku ajak ke supermarket?" Kata Verdo ragu.
"Hmmm semoga saja dia mau" jawab Gaby menarik resleting kopernya.
" Kami sudah selesai berkemas?" Tanya Verdo.
" Sudah sayang, aku mau cuci muka dulu, kamu tidak istirahat?" Kata Gaby.
" Sebentar masih satu halaman lagi aku buat dokumennya" kata Verdo.
" Oke berarti aku bisa maskeran sambil menunggumu" kata Gaby tersenyum menggoda.
" Hmmm kamu istirahat saja, kan besok kamu mau perjalanan jauh" kata Verdo sambil terus mengetik.
" Jadi...malam ini kita gak....hehehehe" kata Gaby malu.
" Heeem gak apa-apa kan biar kita bisa kangen kangenan" kata Verdo.
" Oke baiklah" kata Gaby langsung pergi ke kamar mandi, Verdo masih terus menyelesaikan tugasnya.
Sementara itu di rumah Gerald, Mama Gerald dan Cintya sedang duduk bersama di atas tempat tidur, dengan penuh kasih sayang Mama Gerald membelai rambut anak gadisnya yang masih belia..
" Cintya anak Mama yang cantik, besok Mama dan Papa akan pergi ke Singapura untuk berobat, kamu baik-baik ya di rumah dengan kakak kamu" pesan Mama Gerald.
" Cintya gak boleh ikut ya???" Rengek Chintya menatap Mamanya dengan mata berkaca-kaca.
" Kan kamu masih harus sekolah, sebentar lagi kenaikan kelas, kamu mau kan Mama juga sembuh supaya kita bisa bermain bersama seperti dahulu" jawab Mama Gerald dengan bijak.
" Hmmm begitu ya Ma...ya sudah gak apa-apa Cintya janji akan belajar dengan rajin, Cintya juga mau agar Mama bisa sehat lagi seperti dahulu" katanya polos.
" Nah pinter anak cantik Mama" Puji Mama Gerald.
Ketika mereka saling bercakap-cakap Papa Gerald masuk ke dalam kamar, melihat istri dan anaknya sedang berdua Papa Gerald melemparkan senyuman untuk mereka. Melihat Papa Gerald masuk dengan senyuman, Cintya langsung beranjak dari tempat tidur berlari dengan girang, kemudian memeluk Papanya.
" Papa.....!!!! Papa sudah pulang aku kangen" teriak gadis kecil itu. Sontak Papa Gerald langsung menggendong dang mencium pipinya.
" Hmmm baru setengah hari tidak ketemu sudah kangen" kata Papa Gerald menggendong anak gadisnya dan menaruhnya di tempat tidur, kemudian menghampiri istrinya..
" Selamat malam sayang...gimana kabarnya hari ini?" Kata Papa Gerald sambil mencium kening istrinya dan mencium tangannya yang putih mulus namun sedikit kurus.
" Aku baik-baik saja sayang...Kamu tidak perlu khawatir" jawab Mama Gerald penuh senyum karena merasa diperhatikan lebih oleh suaminya.
" Hmmm Mama Papa romantis sekali" seru Cintya memandang dan tersenyum manis melihat kemesraan kedua orang tuanya.
" Heee anak kecil....tahu dari mana romantis..." sahut Papa Gerald.
" Tahu dong kan, Suster suka liat film India begitu" jawab Cintya.
" Hahahhahaha" mereka tertawa melihat jawaban polos dari anaknya itu.
" Ya udah sana kamu ke kamarmu ya...besok kan sekolah" suruh Mama Gerald.
" Oke Mama...selamat malam...Mama...Papa...selamat beristirahat" kata Cintya mencium kedua orang tuanya kemudian bergegas keluar kamar untuk tidur di kamarnya.
" Hmmm anak kita cerdas-cerdas ya" kata Papa Gerald.
"Iya...Papa mandi dulu sana" suruh Mama Gerald.
" Baiklah..." kata Papa Gerald melepas bajunya dan segera pergi ke kamar mandi.Sementara Papa Gerald membersihkan dirinya Mama Gerald turun dari tempat tidurnya kemudian keluar kamar menuju kamar Gerald. Saat itu Gerald masih ada di meja belajarnya membaca buku pelajarannya.
" Tok..tok..tok.." terdengar suara orang mengetuk pintu.
" Ya sebentar" teriak Gerald dari dalam dan segera menuju pintu membukakan pintu. Dia kaget karena Mamanya yang berdiri di depan pintu kamarnya.
" Mama!" Seru Gerald.
Mama boleh masuk?" Tanya Mama Gerald sambil tersenyum.
" Iya Ma silahkan masuk" jawab Gerald menggandeng tangan Mamanya dan segera ke tempat tidurnya.
" Makasih ya nak" kata Mama Gerald duduk di ranjang.
" Sama-sama Ma...kok Mama belum istirahat?" Tanyanya.
" Hmm sebentar, Mama kangen sama kamu mau ngobrol-ngobrol" kata Mama Gerald dengan wajah penuh kasih sayang.
" Hmm iya Ma...akhir-akhir ini kita jarang ngobrol berdua, maaf ya Ma..Gerald sibuk belajar" kata Gerald agak sedih.
" Kamu gimana ujiannya?" Tanya Mamanya.
" Tinggal besok Ma...ujiannya bisa dilewati semua" jawab Gerald.
" Baguslah kalau begitu,kamu gimana mau lanjut kuliah dimana?" Tanya Mama Gerald.
" Hmmm masih bingung Ma, mau kuliah di jurusan apa" jawabnya.
" Hmm ya gak apa-apa Mama terserah kamu mau lanjut kuliah dimana dan jurusan apa, Mama percaya kamu sudah bisa memilih yang terbaik" kata Mama Gerald.
" Iya Ma...Mama besok jadi ke Singapura?" Tanyanya.
" Iya Nak...Kamu tolong jaga adikmu ya..." kata Mama Gerald.
" Iya Ma..semoga Mama bisa sehat kembali seperti sediakala" harapan Gerald." Oke kalau begitu kamu istirahat ya...Mama juga mau istirahat" kata Mama Gerald beranjak dari tempat tidur Gerald.
" Iya Ma...selamat malam" kata Gerald tersenyum dan mencium tangan Mamanya.
" Met malam juga ya Nak..mimpi indah" balas Mama Gerald kemudian keluar dari kamar Gerald.
Sementara itu Papa Gerald sudah selesai mandi, saat keluar dari kamar mandi dia kaget karena istrinya tidak ada di kamarnya.
" Loh Linda dimana???" Kata Papa Gerald kemudian segera ke luar kamar, pada saat bersamaan Linda juga masuk, saat dia membuka pintu Papa Gerald pas juga mau membuka pintu, mereka saling senyum..
" Loh kamu dari mana Ma?" Tanya Papa Gerald.
" Hmmm kamu nyari aku ya???" Tanyanya.
" Iya....kan tadi kamu lagi berbaring, pas aku keluar kamu sudah gak ada..." kata Papa Gerald.
" Jangan khawatir, aku gak kemana-mana kok" jawabnya sambil tersenyum.
" Ya udah yuk kita istirahat sudah malam, besok kita harus bersiap-siap untuk pergi" kata Papa Gerald merangkul istrinya dan segera masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Di Rumah Leoni, Leoni sudah selesai belajar...
" Hoamm kok tumben aku ngantuk sekali" gumamnya dalam hati sambil menutup bukunya dan membereskannya. Dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan mukanya dan gosok gigi, saat dia menggosok giginya dia melihat dirinya di cermin yang ada di wastafel kamar mandi. Dia teringat dengan kejadian siang tadi bersama Verdo.
Sambil terus menggosok giginya dia merasa ada yang janggal dengan hatinya.
" Duh apaan sih,,ngapain aku mikir yang enggak-enggak!" Gumamnya kemudian segera kumur dan juga keluar dari kamar mandi. Dia langsung naik ke atas ranjangnya kemudian dia berbaring mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidurnya. Leoni menatap ke langit-langit dan terus membayangkan wajah Verdo hingga dia tidak bisa tidur, rasanya dia ingin bertemu dengannya.
Di kamar Gaby sudah selesai berkemas dan siap untuk tidur, tapi Verdo terus sibuk dengan laptopnya.
" Kamu belum selesai juga ya??" Tanyanya.
" Belum sayang, besok ada proyek baru, jadi aku harus menyelesaikan dokumenku agar besok bisa ditandatangani oleh klien, kalau kamu mengantuk, kamu tidur dulu gak apa-apa" kata Verdo fokus mengetik.
" Oke baiklah selamat malam" kata Gaby mencium Verdo.
" Oke selamat malam" balas Verdo.Malam kian semakin sepi, Gaby sudah tertidur pulas, Verdo sudah selesai dengan pekerjaannya, dia segera mematikan laptopnya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur. Selesai dari kamar mandi dia merasa haus kemudian dia keluar untuk mengambil air minum. Saat dia ke dapur dia teringat kejadian siang tadi dengan Leoni. Dia kemudian berfikir untuk melihat Leoni, dia menaruh gelasnya kemudian menuju ke kamar Leoni.Saat dia mau mengetuk pintu kamarnya tiba-tiba pintu kamar terbuka, mereka berdua kaget satu sama lain. Muka Leoni memerah begitu juga dengan Verdo.
" Kamu belum tidur???" Tanya Verdo membuka pembicaraan.
" Belum, aku gak bisa tidur jadi mau pergi ambil minum" jawab Leoni.
" Ooo begitu ya..." sahut Verdo.
" Kamu sendiri mau apa kok di depan kamarku?" Tanya Leoni.
" Hmmm aku mau cek aja kamu sudah tidur apa belum" jawab Verdo.
" Owh gitu ya" jawab Leoni.
" Soal tadi siang...Maaf ya" kata Verdo.
" Hmmm gak apa-apa kok, aku ke dapur dulu ya mau ambil minum" kata Leoni langsung ke dapur untuk menutupi rasa gugupnya saat dekat dengan Verdo.
" Oke..selamat malam...selamat beristirahat." kata Verdo dan segera kembali ke kamarnya.
Leoni mengambil minum di dapur dan segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Di dalam kamar Leoni masih terus terbayang dengan wajah Verdo, hatinya sangat dilema. Dia bingung dengan apa yang saat ini ada dihatinya