Minta Pindah Lagi

1745 Kata

Herman masih saja terdiam mendengar ucapan Milna. Sementara miliknya membuat celananya semakin sempit saja. Ada sebuah keinginan yang tiba-tiba terasa yang sulit untuk ia kendalikan. “Kenapa kamu diam, Bang?” tanya Milna. “Milna, kamu ada-ada saja. Kamu membuat milikku yang tadinya tidur jadi terjaga,” lirih Herman. Wajah pria itu jelas menunjukkan gurat nafsu yang memuncak. “Ah, kamu ini, Bang. Vidio call yuk.” Herman mengusap tengkuknya. Ajakan Milna membuat tubuhnya panas dingin. Padahal saat ini Santi tengah berjuang untuk menguatkan hatinya agar siap untuk dioperasi. Tapi Herman seakan tidak peduli. Hasratnya membuatnya ingin segera b******a dengan Milna walau hanya lewat virtual saja. “Abang cari tempat yang nyaman dulu,” jawab Herman, seketika. Herman pun mematikan panggilan s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN