Sicilia terpaku di salah satu kursi tamunya setelah kepergian Aser. Wajah yang tadi terlihat damai dan biasa saja, kini sedikit mengkerut. Rasa takut dan juga kasihan terasa secara bersamaan di hati Sicilia. Kemana perginya Ara. Apa yang terjadi hingga ia berani melarikan diri dari rumah? Aku akan coba hubungi. Sicilia seketika mengambil ponselnya dan mencari nomor Ara di sana. Sicilia mencoba menghubungi dan panggilan itu tersambung. Panggilan pertama, tidak diangkat. Panggilan ke dua masih tidak diangkat. Tapi Sicilia masih terus mencoba hingga panggilan ke tiga pun akhirnya diangkat oleh Ara. “Halo ...,” jawab gadis itu malas. Terdengar jelas suaranya seperti orang baru bangun dan dipaksa bangun. “Ara, ini bunda. Kamu sedang di mana?” “Untuk apa bunda tanya aku sedang di mana? Lag

