Teror

1736 Kata

Tembilahan, Rumah Santi. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Adi belum pulang begtu juga dengan Ando. Anak bungsu Herman itu sudah meminta izin sebelumnya akan menginap di rumah temannya, sementara Adi tidak ada kabar sama sekali. Rumah itu terasa sangat sepi. Padahal Herman sudah menyetel volume televisinya cukup keras. Televisi Herman tengan menampilkan siaran pencarian bakat penyanyi dangdut. Ia dan Santi sama-sama suka dengan acara tersebut. Herman terkekeh seorang diri ketika pembawa acara mulai melucu di depan panggung mewah dan megah sebuah stasiun televisi swasta. Awalnya semua biasa. Herman merasa biasa saja seraya menikmati segelas kopi panas yang ia buat sendiri. Puas terkekeh, Herman merasa tenggorokannya kembali kering. Ia meraih gelas yang berisi kopi dan langsu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN