Herman mengentuk pintu rumahnya seraya menahan perih di sekujur tubuh terutama bagian muka. Muka pria itu penuh lebam dan hidungnya mengeluarkan darah segar. Cukup lama Herman mengentuk pintu hingga pintu itu pun akhirnya terbuka. Adi tampak berdiri di pintu dengan mata berat dan mulut menguap. “Papa ... Papa kenapa?” Mata yang berat itu seketika terbelalak ketika melihat wajah Herman penuh lebam dan berdarah. “Papa habis dihajar orang di jembatan,” ucap Herman seraya masuk. “Sihajar? Siapa yang menghajar?” “Anaknya bu Rosma.” “Maksud papa si Bari? Ada apa? Ngapain dia sampai menghajar papa?” “Papa baru kembali dari Dumai sepulang melihat lokasi pekerjaan yang akan papa kerjakan. Bu rosma minta papa merenovasi rumahnya yang di Dumai. Jadi tadi pas pulang, kami di cegat di sana dan p

