Sicilia terheran melihat sikap suaminya. Bukannya marah, Sandi malah terbahak mendengar penjelasan istrinya itu. “Bang, kamu sehat’kan?” Sicilia memegang dahi Sandi memastikan jika dahi itu tidak panas. “Kenapa sampai pegang dahi abang segala, Ci?” “Enggak, aneh saja. Harusnya’kan abang marah, tapi ini kok malah ketawa?” “Abang sudah capek marah-marah saja. Lagi pula, marah-marah hanya akan membuang energi dan membuat wajah abang semakin cepat tua. Lebih baik biarkan saja’lah. Tidak usah ditanggapi, Sayang.” Sicilia menatap suaminya dengan tatapan aneh, “Bang, ini serius kamu?” “Lo, kok malah bertanya seperti itu?” Sicilia menggeleng, “Aneh saja, Bang. Biasanya kamu itu sangat gampang terbawa emosi, tapi kali ini beda.” “Ci, seiring tuanya usia, semakin seseorang itu berpikir denga

