Minah terdiam sebentar. Ia bahkan belum bisa membujuk Gavin dan malah diusir duluan oleh pria itu. Menghembuskan nafas perlahan, Juminah mengangguk. “Ya, Tuan Gavin.” Minah berbalik dan meninggalkan Gavin sendirian di sana. Dan Gavin mulai berjalan di lorong kamar tamu dan berhenti di depan pintu kamar tamu itu. Ia berdiri tanpa suara. Hanya menatap pintu dalam diam. Dan Iris yang belum bisa tidur bisa dengan jelas mendengar suara sepatu Gavin. Ia menatap pintu dengan berdebar-debar dari tempat tidur. Apakah Gavin akan mengetuk pintunya dan mengajaknya tidur di kamar utama? Akan tetapi setelah beberapa menit yang panjang, ia tidak mendengar pergerakan apapun di luar. Iris bertanya-tanya, apa yang sedang pria itu lakukan di luar? Tidak mungkin kan dia ingin tidur di lantai lagi seperti m

