CLG | CHAPTER 112

1478 Kata

Iris menumpukan dagu di tangannya sambil menatap hasil USG di bingkai foto di depannya. Jika diperhatikan, janin Iris seperti kacang. Iris tertawa pelan karena mengatakan anaknya sebuah kacang. Ia tersenyum Indah ketika mengusap foto janinnya. “Mama akan membesarkanmu, Sayang.” Iris berbisik lembut. Tanpa Gavin, ia bisa membesarkan anaknya. Iris pasti bisa... Tok .... Tok .... Pintu kamar Iris diketuk pelan dari luar. Menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 11 malam, Iris mengerutkan dahinya. Bukankah cukup larut jika pelayan rumah menemuinya? “.... Masuk.” gumam Iris. Apapun yang diinginkan pelayan, tetap saja Iris harus membiarkan dia masuk. Dan ketika mendengar pintu terbuka, Iris menolehkan kepalanya ke arah pintu dengan pelan. Di saat ia melihat siapa yang mengetuk pintu ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN