CLG | CHAPTER 109

2039 Kata

“Dia adalah monster.” Iris masih ingat ucapan Reno ini. “Kau pikir dia memiliki keberuntungan untuk dapat hidup enak sedangkan kami sengsara di sini?” Reno menggeleng pelan. “Anda yang lebih tahu bahwa apapun yang kita inginkan harus ada kerja keras yang menyertai. Tidak ada yang namanya keberuntungan tanpa kerja keras.” Iris tahu itu. Untuk mempertahankan nama Iris saja ayahnya harus membuat dia kuliah di Inggris supaya bisa membantu ayahnya di perusahaan Adinata. Untuk mencapai ini semua, Iris bahkan harus merelakan mimpinya menjadi seorang aktris. Tunggu, jika dia merelakan mimpinya, apa yang direlakan Tiffany kecil saat itu? .... Keluarganya? “Karena kerja kerasnya untuk memanjat, dia mulai hidup enak. Oh aku dengar dia bertingkah baik dan patuh di sana. Tidak seperti Tiffany di r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN