I Love You

1123 Kata

"Chaca!" Aku segera meletakkan Ayu dan berlari mengejar Chaca. "Cha! Tunggu!" Aku menggedor-gedor pintu taksi yang ditumpangi Chaca. "Shitt!" umpatku kesal karena taksi sudah melaju dengan kencang. Aku berlari kembali ke rumah mengambil kunci mobil. Ayu memanggil-manggil namaku, tapi aku biarkan saja. Saat ini Chaca yang lebih penting. Aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Mataku menajam, memerhatikan satu persatu taksi yang ditumpangi Chaca tadi. Tanganku mencengkeram erat kemudi, lalu memukulnya. "Sial!" Aku kehilangan jejaknya. Kemudian, aku melajukan mobil ke rumah Bunda. Pintu pagar masih terbuka, mobil kutinggalkan di luar. Aku hanya memastikan kehadiran Chaca. Aku berlari dan mengetuk pintu tidak sabar. "Bun ... Bunda!" teriakku mengetuk pintu. "Gandhi, ada apa?" tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN