Pak Sekdes baru saja keluar dari ruangan kerjanya menuju ruang kerja kepala desa, ketika ponselnya berdering. Ia menghentikan langkah, melirik layar ponsel, ternyata Kyai Langgeng meneleponnya. Pak Sekdes menjawab panggilan. "Assalamu alaikum," sapa Kyai Langgeng begitu panggilannya terhubung. "Pak Sekdes mendapat undangan dari Haji Bakir tidak?" Pak Sekdes mengapit map di antara ketiak dan lengannya agar tangan kanan bisa menempelkan ponsel ke telinga. Sementara tangan kiri menjinjing tas. "Pak Kyai sendiri dapat?" Kyai Langgeng mendengus. Ia melemparkan pertanyaan lain. "Itu madrasah baru atau meneruskan yang lama sih sebenarnya?" Pak Sekdes tertawa. Sekarang ia mulai paham arah pembicaraan Kyai Langgeng. "Yang dimaksudkan itu undangan pembukaan kembali madrasah bukan?" "Mema

