Kenangan yang kembali

1674 Kata
*Di tempat pesta* Kami pun sampai di tempat pesta yang di selenggarakan oleh patner bisnis William di bidang fashion yang bernama Robert.Aku mengingat Informasi yang di berikan oleh William saat perjalanan hendak kesini.Ia mengatakan bahwa Robert adalah perancang Busana fashion yang terkenal di kota Paris, ia menyelenggarakan pesta ini untuk menyambut kesuksesannya karena memenangkan tender bisnis di Singapura. Kami pun langsung masuk ke dalam ruangan acara yang sedang berlangsung,semua orang tertegun melihat kedatangan kami, ada yang berbisik melihatku dan ada yang terpesona melihat ketampanan William. Aku menjadi insecure karena menatap semua orang yang berada disana berpakaian bagus dan mereka terlihat sangat cantik dan elegan,tidak seperti diriku. Tanpa sadar aku memegang erat lengan William dan melangkah mundur sedikit.William pun menyadari apa yang ku lakukan. "Bell... " ujarnya lembut sambil menatapku, aku pun segera menoleh dan menatapnya. "Apa kamu tidak nyaman?" ujarnya pelan di telingaku. Aku pun berusaha tersenyum dan menggeleng kan kepalaku pelan untuk menyakinkan ya bahwa aku baik-baik saja. William pun menepuk tanganku perlahan yang memegang lengannya agar aku tenang.Ia pun mengajakku untuk memperkenalkan ku kepada para kolega bisnis yang hadir di pesta ini. "Wah selamat pak William atas pernikahan mu, maaf kan aku kemarin tidak dapat hadir di acara pernikahan anda karena saya ada urusan mendadak." ujar salah satu dari mereka. "Tidak apa-apa Mr.Ruber saya mengerti dengan kesibukan anda." jawab William terlihat berwibawa. "Sepertinya kamu membawa wanita yang sangat cantik malam ini Mr. William." ujar seorang lelaki yang terlihat seumuran denganku melirik ku dengan tatapan yang licik menurutku. "Dia istriku Dirga!" ucap William melihatnya dengan tajam. "Eh.. ma-maafkan ucapan anak saya yang sangat tidak sopan ini Mr.William." ujarnya gelagapan memohon maaf atas ucapan anaknya dan spontan saja membuat Dirga merasa tertekan dengan ucapannya yang sembrono. "Tidak masalah untuk kali ini saya maafkan.Dia adalah Bella istri saya." ujarnya memperkenalkan diriku kepada mereka. "Perkenalkan nama saya Bella." ujarku menunduk dengan sopan. "Anda sangat sopan sekali nona dan sangat cantik. Beruntung sekali Mr.William mendapatkan anda." "Tentu saja aku sangat beruntung memilikinya karena aku bisa memberikan semua hartaku kepadanya walaupun hartaku tidak pernah habis hahaha" ujarnya dengan segala tingkat ke pameran ya dan yang membuatku aneh mereka merespon dengan ikut tertawa seolah-olah perkataan William menurut mereka benar. 'Apakah semua pengusaha tingkat ke pameran ya sama seperti William?' pikirku saat ini melihat tingkah unik mereka semua. Aku hanya diam mendengar perbincangan mereka tentang bisnis dan uang.Entahlah aku jadi merasa tidak tertarik dengan perbincangan mereka, aku pun memutuskan untuk menyingkir secara diam-diam untuk menghindari mereka dan memilih duduk di mini bar yang terletak di dekat acara berlangsung. 'Huh..akhirnya aku bisa menghindar.' pikirku sambil memesan segelas minuman Long Island Iced Tea Mocktail. "Ternyata ada seorang gadis cantik di perayaan pesta ku.. " ujar seorang pria menghampiri ku. 'Apakah dia Mr.Robert yang di ceritakan William?Hmmm.. aku pikir dia sudah berumur seperti pengusaha pada umumnya kecuali William sih.. ' pikirku dalam diam melihatnya dengan seksama. "Apakah nona pembisnis pemula karena baru kali ini saya melihat nona yang cantik ini... " ujarnya seraya duduk di sebelah ku sambil merayuku dengan gombalannya. "Ehmm.. Dia istriku Robert!" ucap William berdiri di belakang ku dengan tatapan tajam ya melihat Robert,sontak saja Robert berdiri gelagapan. "Oh.. Eh.. a-aku pikir dia pembisnis baru hehe. " ucapnya gugup. "Memang benar dia pembisnis baru karena dia menikah dengan pengusaha properti yang sangat kaya raya dan terkenal ini." ujar William langsung duduk di sebelah ku. "Oh itu sangat jelas.Bagaimana kabarmu Will?" jawab Robert. 'Hmm sepertinya mereka berdua sangat cocok.' pikirku saat ini menatap mereka. "Kabarku sangat baik Robert." ujarnya sambil bersalaman dengan Robert. "Perkenalkan lah istrimu kepada ku Will?" "Buat apa ku kenalkan kepadamu?" "Sebagai seorang patner bisnis ku yang terbaru!" ujarnya mengedipkan matanya kepadaku. "Ma-maksud ya?" tanyaku spontan kepadanya. "Iya maksudnya apa?Jangan bilang.. " "Iya anda benar sekali Will.Bisa kah saya menjadikan mu salah satu model untuk peragaan busana terbaruku nanti nona?" "Aku tidak tertarik!" jawabku tidak peduli dan sekilas ku dengar William tertawa kecil melihat tawaran Robert ku tolak. "Ayo lah nona, ku mohon?? please.. " Aku pura-pura tidak mendengar dan masih melanjutkan meminum minuman ku. "Will.. Ku mohon bujuk lah istrimu? ya ya... " pinta ya memohon kepada William. "Aku tidak bisa janji Robert karena istriku ini pendirian ya sangat teguh loh!" jawab William yang tersenyum licik. 'Hah! Mereka berdua ini membuatku jadi gak mood' pikirku tidak peduli untuk mendengar apalagi melihat perdebatan mereka. Tiba-tiba dari kejauhan aku seperti melihat Suho bersama wanita lain di sebelahnya berjalan perlahan menghampiri kami.Aku sangat terpukau akan kecantikan wanita tersebut. "Wah.. Suho apa kabar mu? Sudah lama kita tidak bertemu." "Kabarku sangat baik Robert." "Apa kamu tidak menanyakan kabarku juga Robert?" ucap wanita itu tersenyum kepada kami dan menatap William dengan berbeda. Aku menyadari hal itu dan kemudian melihat ekspresi William berubah seperti terkejut dan seketika ia terdiam. "Hm..aku masih ingat denganmu Lily, bagaimana kabarmu juga?" tanya Robert sambil sekilas melirik William yang berada di sebelah ya. "Sangat baik pastinya.Eh,Will kita bertemu lagi disini seperti takdir saja?" ucapnya spontan langsung memeluk William yang berada di samping ku. Aku terkejut dalam diam melihat pemandangan itu di depanku.Spontan saja Suho menarik Wanita yang bernama Lily ini untuk melepaskan pelukan ya dari William. "Eh.. ada apa Suho?" ujarnya terkejut dengan tindakan Suho kepadanya,Suho hanya diam dan tidak menjawab. "Hmm.. Bagaimana kalau kita mulai acara dansa ya?" ucap Robert yang mencairkan suasana yang sempat suram tadi. "Bolehkah aku berdansa denganmu Bell?" ungkap Suho kepadaku. Aku pun melirik William yang masih terdiam, entah dia memikirkan apa.Akhirnya aku memutuskan mengiyakan ajakan Suho. Musik dengan alunan yang indah pun di putar dan lampu-lampu mulai di redup kan tanda dansa pun di mulai.Aku pun berdansa dengan Suho, sambil melirik William bersama Lily dari kejauhan, entah mereka sedang berbincang apa.Ku lihat Lily mengajak William ke tempat lain.Aku yang masih berdansa dengan suho menjadi tidak bisa fokus, karena pikiranku berada di tempat lain saat ini.Suho pun menyadari tingkahku dan menghela nafas kecil. "Apakah kamu penasaran dengan mereka?" ungkap Suho to the point kepadaku. "Apakah sangat terlihat jelas?" "Haha kamu ini Bell terlalu jujur dan polos." "Iya, aku orang ya simple dan gak suka basa basi." ungkap ku. "Sebenarnya Lily adalah cinta pertama William." "Seriously?" "Yes.Makanya dia terkejut melihat Lily bisa berada disini, sebenarnya ia sudah ketemu dengan Lily saat di pantai.Lily itu orangnya...Entahlah aku bingung harus mengatakan seperti apa tentang ya.Kami bertiga dulu adalah sahabat tapi tiba-tiba semua berubah.William mulai menghindari Lily dan aku terkena juga imbasnya.Ia tahu kenapa William menghindari ya karena ia pernah menolak William dan malah jatuh cinta kepadaku dan itu membuat will memusuhiku sejak Lily mengaku bahwa ia mencintai ku..Jujur saja saat itu aku pun menolak Lily tapi Lily mengerti keadaan ku, dan ia pun memilih untuk masih bersahabat dengan kami walaupun si Will tidak mau mengakui lagi persahabatan kami." 'Jadi perempuan yang ku lihat di pantai adalah Lily.' pikirku teringat akan kejadian di pantai kemarin. Tiba-tiba Suho melakukan gerakan dansa dengan memutar ku perlahan, aku pun terputar dan berakhir di pelukkan seseorang.Aku terkejut dan mendongakkan kepalaku untuk melihat orang tersebut ternyata ia adalah William. William pun mengambil alih diriku untuk menjadi patner dansa ku. "Bagaimana rasanya berdansa dengan Suho?" tanya ya menatapku. "Memangnya ada rasa ya?" jawabku bingung. "Sudahlah lupakan dia dan lihat aku saja, oke?" ujar William menatapku dan tersenyum hangat. "Tadi ku lihat kamu pergi dengan Lily?" "Iya ada masalah sedikit yang harus ku luruskan Bell." "Hmm." "Bell, habis ini kita makan malam di lantai atas.Aku sudah pesan ruangan privasi agar kamu nyaman." ungkapnya kepadaku. "Terimakasih Will." ujarku tersenyum. Akhirnya dansa pun selesai,kami pun memutuskan untuk menuju ke lantai atas untuk makan malam bersama. Aku dan William masuk ke sebuah ruangan yang hanya ada kami berdua.Di atas meja makan sudah tersedia berbagai hidangan makanan, kami pun duduk mulai menyantap makanan tersebut. "Bagaimana makanan ya enak kan?" "Iya enak." ucapku sambil mengunyah makananku. "Apa saja yang kamu bicarakan dengan Suho waktu berdansa?" tanya ya menyelidiki. "Hanya tentang sebuah lukisan yang ada di pameran kemarin." ucapku sengaja berbohong karena aku tidak mau mengungkit masa lalu ya. "Dia sejak kecil sangat tergila-gila akan lukisan." "Apakah kalian sudah sejak kecil berteman?" "Tentu saja, kami sekolah selalu bersama-sama.Aku teringat saat ia dulu waktu kecil menangis karena di ejek suka melukis oleh teman-teman di sekolah." "Benarkah?" "Iya.Aku lah yang menolongnya dan melawan mereka semua.Hingga dia kuliah dan mengambil jurusan seni dan ia pun bertekad akan menunjukkan kepada seluruh dunia hasil lukisannya yang sangat indah.Akhirnya dengan penuh perjuangan, lukisan ya pun menjadi sangat terkenal di seluruh dunia." ungkap William sambil tersenyum mengingat kenangan ya dulu bersama Suho. "Terus kamu bagaimana dulu waktu kecil?" ujarku penasaran ingin mengetahui seperti apa dia dahulu. "Kalau aku dulu sih sudah terkenal akan ketampanan ku,semua perempuan tergila-gila kepadaku dan pastinya aku sangat lah pintar,Apalagi aku yang sekarang ini,jelas tidak ada yang bisa menandingi ku!" ujarnya menyombongkan dirinya sambil tersenyum. Aku pun jadi males merespon perkataannya. 'Seharusnya aku tidak usah bertanya tadi!aduh..kumat lagi sifat pamer ya.' Akhirnya kami pun selesai makan malam dan memutuskan untuk turun kembali ke lantai bawah menuju acara yang masih berlangsung. William pun langsung menggandeng ku dan menemui Robert si penyelenggara pesta. "Robert, aku pamit pulang cepat ya." "Loh acara ya belum selesai?" "Kasian istriku dia sudah kelelahan." ucap William yang menggunakan ku sebagai alasannya untuk pulang. 'Kenapa harus aku?Awas aja kamu Will!' ungkap ku kesal dalam diam. "Tapi ada syaratnya istrimu harus mau menjadi model untuk peragaan busana terbaruku?" "Aku tidak mau!" ungkap ku kesal. "Haha..oke..oke, aku tidak akan memaksamu lagi nona tapi kalau berubah pikiran hubungin aku ya." ujarnya tersenyum mengedipkan mata ya sebelah sembari memberiku kartu namanya. Aku dan William pun keluar dari acara tersebut.Saat William sedang menelpon Jordan,sekilas aku melihat dari kejauhan Suho dan Lily sedang berbicara serius.Tidak lama Jordan pun datang dan membukakan pintu mobil samping. "Bell ayo.. " ujar William yang mengagetkan ku saat aku fokus melihat Suho dan Lily.Aku pun segera masuk ke mobil. Di dalam mobil aku masih melihat mereka berdua seolah-olah seperti berdebat,hingga mobil berlalu jauh meninggal kan tempat acara.Aku pun penasaran dengan yang ku lihat, sebenarnya begitu banyak pertanyaan di kepalaku tapi aku takut melanggar kesepakatan ku dengan William 'tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing.'
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN