Bab 39

1215 Kata

Mobil mewah berwarna hitam itu menelusuri jalanan kota Bogor di pagi hari yang tampak sedikit lengang. Bila dibandingkan dengan jalanan di Jakarta yang selalu macet meski pagi hari, jalanan di sini jauh lebih lancar. Aiden mengembuskan napas melalui mulut. Perkataan Jay tadi sedikit menyinggung sisi egoisnya. Dia sangat tak suka dibanding-bandingkan, apalagi dengan laki-laki yang sudah merebut wanita yang dicintainya. Itu pun kalau suami Airi bisa disebut sebagai perebut. Sementara Airi sendiri yang telah memilih pria itu sebagai pendamping hidupnya. Aiden memukul setir saking kesalnya. Mungkin dia akan pulang ke Jakarta hari ini, membiarkan ibunya sendiri di kota ini. Tidak apa-apa, dia tidak khawatir. Karena Mami juga sering bepergian seorang diri, bahkan sampai keluar negeri. Suara po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN