Jayden menghela napas berat. Beberapa minggu belakangan ini sikap Bunda bertambah aneh. Beberapa hari yang lalu saja Bunda menangis tanpa sebab. Bunda bahkan meminta maaf padanya, atas kesalahan yang entah apa, dia tak tahu. Ada apa dengan Bunda, Jay sangat ingin tahu. Apa mungkin Bunda stress akibat tempat bekerjanya yang terlalu jauh? Kalau begitu bukankah lebih baik bunda berhenti saja. Toh Papa masih bisa mencukupi kebutuhan mereka. Seandainya saja Bunda tak terlalu keras kepala. Bunda memaksa untuk bekerja sejak tiga tahun yang lalu. Sejak dia memasuki kelas tujuh sekolah menengah. Padahal Jay tak ingin Bunda bekerja, dia ingin Bunda tetap di rumah menemaninya seperti biasa, saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Sayang Bunda bersikeras, kata Bunda kehidupan sekolah menengah

