Judith membuka pagar rumah dan seketika terkejut akan keberadaan Niko. Kedua remaja tersebut saling tatap, walau Niko dengan cepat memegang kendali situasi dengan menunjukkan pisang kepada Judith. "Buat kamu," ujar Niko tersenyum. Judith menahan helaan napasnya, tidak punya pilihan selain menerima pisang yang Niko berikan. "Kamu ngapain kesini, Nik?" Pertanyaan Judith sedikit banyak mengiris Niko, namun lelaki itu tidak peduli dan tetap memasang ekspresi terbaiknya. "Berangkat bareng aku, mau?" "Eh?" "Ayo naik, Dith." Niko bersuara semangat. Barulah, ketika lelaki itu melihat Aldric keluar dari rumah, tanpa ragu Niko berteriak untuk meminta izin pria yang kini tengah menatap mereka penasaran. "Om, Judith pergi bareng Niko, ya. Dijagain kok. Bakalan aman sampai sekolah." Aldric terkek

